Vaksin Palsu, Ini Kata BPOM RI

https://www.unggulcenter.org/vaksin-palsu-ini-kata-bpom-ri/

Heboh Vaksin Palsu bukan hal yang hoax. Sebab, tersangka pembuat vaksin palsu ini sudah ditahan dan telah terbukti melakukan pemalsuan vaksin untuk balita. Ini sangat berbahaya, karena vaksin adalah upaya untuk daya tahan tubuh anak. Dipalsukan, tentu berefek kepada masa depan tubuh anak yang akan dewasa.

Soal vaksin palsu ini, dari tempo memberitakan, bahwa ada indikasi keterlibatan Tenaga Kesehatan
dalam kasus ini. Kasus vaksin palsu itu juga mengarahkan kecurigaan masyarakat kepada keterlibatan tenaga kesehatan yang masih aktif bertugas di institusi kesehatan. Apalagi, salah satu tersangka yang pertama kali ditangkap polisi diketahui pernah bekerja sebagai perawat di salah satu rumah sakit swasta di Bekasi.

“Komisi IX secara resmi telah meminta Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan untuk menuntaskan masalah ini sampai ke akar-akarnya, termasuk proses produksi dan distribusi vaksin palsu,” kata anggota Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay.

Dua fakta, menurut DPR, Fakta pertama adalah pelaku dengan mudah mendapatkan bahan baku, termasuk kemasan vaksin asli bekas yang merupakan limbah medis di rumah sakit. Kedua, pelaku dengan mudah memasarkan produksinya ke berbagai institusi kesehatan.

BPOM Vaksin Palsu

Lalu, apa tanggapan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI ? Kebetulan bloggers sempat diundang dalam rangkaian acara dimana membahas soal ini. Walau belum memuaskan, paling tidak, tanggapan BPOM dapat menjadi informasi bagi kita semua.

Yang menarik adalah BPOM sendiri tersandera, akibat TAK MEMILIKI KEWENANGAN untuk menjadi “pengawas” sesungguhnya yang mampu menindak. Untuk itu, dalam jangka panjang, UU Pengawasan Obat dan Makanan harus segera direalisasikan guna BPOM dapat berfungsi dengan baik.

Sebab, hingga kasus ini terjadi, BPOM hanya bertindak memberikan panduan dan arahan saja. Keterlibatan oknum di institusi kesehatan pun perlu kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menyelidikinya. Selama ini, BPOM tak dapat melakukan kinerja seperti itu.

Mantan kepala BPOM juga menulis di Koran, bahwa mereka membutuhkan UU untuk operasional agar dapat bergerak!
Mantan kepala BPOM juga menulis di Koran, bahwa mereka membutuhkan UU untuk operasional agar dapat bergerak!

Walau demikian, beberapa hal disampaikan bahwa kita juga perlu dan harus proaktif dalam menanyakan soal vaksin. Nah, dari blogger sempat bertanya soal kita sendiri tak tahu beda asli dan palsu seperti apa. Untuk itu, disarankan BPOM dan kementerian terkait (kesehatan) memberikan beragam informasi berupa poster dan brosur misalnya agar ibu dapat berani bertanya dan mengetahui informasi soal Vaksin dan terhindar dari vaksin palsu.

Vaksin palsu sendiri merebak dan digunakan rata-rata malah dengan harga mahal. Soalnya, pelaku memberikan informasi kalau vaksi ini mahal, karena tidak membuat demam. Sebaliknya, vaksin asli malah membuat demam anak, karena efek obatnya dan prosesnya di tubuh. So, bagi ibu-ibu yang mendapatkan vaksin murah/gratis dari puskesmas dan klinik resmi, menurut BPOM tak perlu khawatir.

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.