Seandainya Saya Menjadi Anggota DPD RI : Andai!

https://www.unggulcenter.org/seandainya-saya-menjadi-anggota-dpd-ri/

Andai. Berandai-andai tentu boleh, bahkan kita diwajibkan untuk bermimpi sebab tanpa mimpi maka tak akan ada visi misi. Dan tak ada kemudian rencana aksi. Tak ada aksi, tak ada perubahan.

Andai. Seandainya saya Anggota DPD RI, saya mengedukasi masyarakat pemilih bahwa DPD itu bukan perpanjangan partai, bukan Dewan Pimpinan Daerah, namun Dewan PERWAKILAN daerah. Adalah perwakilan daerah dan dipilih langsung oleh mereka, masyarakat daerah dalam provinsi. Agar kelak, tak lagi terkejut ketika muncul foto-foto calon anggota DPD untuk dipilih, sedangkan DPD itupun mereka tak tahu mahluk apa!

Berusaha untuk benar-benar merepresentasikan mereka, dan mengedukasi terus menerus bahwa saya, dan tiga orang lainnya adalah wakil daerah, bukan wakil partai. Jumlah anggota DPD bukan wakil berdasar jumlah penduduk, tapi berdasar provinsi, yang benar-benar menjadi harapan rakyat, bukan semu semacam partai-partai yang lekat dengan stigma negatif dan bagi-bagi kekuasaan. Fixed empat orang! Ini yang paling pertama dan utama. Tahu dulu apa itu DPD. Jika masyarakat tak tahu, maka Saya (anggota DPD) bisa jadi pun tak tahu apa-apa dengan kehendak rakyat daerah! Visi Misi dan Filosofi jadi milik partai, bahkan, ambisi pribadi! Naudzubillah!

Andai. Seandainya saya kemudian terpilih, dan berarti menjabat saat ini, tak akan lupa visi misi dan paling penting filosofi bahwa saya, dan semua anggota DPD adalah wakil (rakyat) daerah. Bahwa kami terpilih bukan kebetulan. Kami dipilih dengan harapan yang pasti dan paling mungkin, yaitu kekecewaan atas partai dan ekspektasi tinggi atas kami. Dan amanat ini perlu diemban dengan sangat baik!

Andai. Ketika mahasiswa, saya melakukan penelitian mengenai DPD Dapil DKI Jakarta dan DPD Dapil Jawa Barat, sebuah karya pertama dari keterpilihan DPD pertama. Andai, dan semoga, hasil penelitian saya tak hanya penghias lemari perpustakaan, tapi menjadi literatur hingga dua periode DPD ini. Dengan kesimpulan di penelitian bahwa DPD harus lebih berdaya, atau : Bubar.

Seandainya saya menjadi anggota DPD RI, maka saya tak jadi pengeluh, tak bisa ini tak bisa itu karena kewenangan yang terbatas dan diremehkan oleh big brother, DPR. Selalu ada cara berkontribusi, mencari kreativitas agar benar menjadi perpanjangan kepentingan masyarakat lokal yang memilih saya 100% nama dan foto, bukan penomorurutan oleh partai berdasar pertimbangan yang saya tak cukup pintar untuk mengerti itu.

Selalu berkomunikasi ke masyarakat daerah pemilihan saya, dan membuat mereka benar-benar merasa diwakili. Menyerap aspirasi dan berusaha memperjuangkan keinginan ditengah hiruk-pikuk dan keterbatasan yang ada. Kata pepatah, tanpa keterbatasan, maka tak ada kreativitas. Inilah perjuangan sampai akhir. Sampai masa jabatan tugas dari daerah ini selesai. Penyerapan aspirasi saya sesuaikan dengan efektif dan efisien yaitu melalui media sosial, dengan blog, twitter, facebook, youtube, dan semua saluran/kanalisasi via internet dan dengan demikian saya harus meningkatkan penetrasi internet di daerah pemilihan saya.

Andai. Sebagai anggota DPD RI, saya akan mengemban amanah sampai selesai, membuat progress report berkala dan kebijakan yang berdampak langsung bagi rakyat daerah. Itulah guna saya, dan DPD RI didirikan. Jika tidak mampu, dan hanya sebagai penghias ala kamar kedua yang mandul, dibubarkan saja. Sebab saya malu sama daerah pemilihan. Malu dengan berjuta pemilih saya yang menggantungkan harapan kepada “hanya” empat orang ini! Amin!

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.