Acara ini bernama Festival of Study Abroad, alias FOSA merupakan ajang pameran studi di Luar Negeri yang dilaksanakan di Auditorium Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Jawa Tengah. Acara yang digelar oleh BEM Unsoed pada 8-9 Oktober ini merupakan kegiatan yang pertama, juga pertama menggandeng PPI DUNIA.
Pada pameran yang diselenggarakan, sebanyak lebih dari delapan belas organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di seluruh dunia hadir. Antara lain dari belahan benua eropa yaitu Rusia, Jerman, Perancis, Italia, Hungaria, Polandia, Republik Ceko, UK, Finlandia serta Estonia. Sedangkan dari Timur Tengah ada Yordania, Sudan, Yaman, Mesir, dan Asia mulai dari Taiwan, Filipina, Brunei Darussalam turut mengisi booth yang disediakan panitia sebagai bagian dari mereka yang pernah kuliah di luar negeri.
Peserta sangat antusias, apalagi banyak destinasi studi di eropa yang baru mereka ketahui dan menawarkan banyak keunggulan. Misalnya negara dengan sistem pendidikan terbaik di dunia, Dua negara berdekatan di Eropa Timur Utara, yaitu Finlandia (peringkat 1) dan Estonia (peringkat 7).
Tak banyak yang tahu Estonia. Negara kecil ini memang termasuk catching up economy baru di belahan eropa timur utara. Saat ini, dengan penduduk yang hanya satu jutaan jiwa saja, negeri “Narnia di Utara” ini mampu menunjukkan diri dengan pendidikan terbaik di dunia. Masuk ke urutan 7 dari 10 negara yang rata-rata, terkenal seperti Korea Selatan, Amerika Serikat, Kanada, Singapura dan tentunya si jawara, Finlandia.

Apa sebab, selain sejak merdeka 1991 silam, pendidikan menjadi fokus mereka, dengan menyebarkan semua anak bangsa ke belahan barat sana untuk studi dan diminta kembali. Saat ini, sebagian besar pengajar memang lulusan Jerman, Finlandia, UK dan seterusnya. Selain itu, pengajar perguruan tinggi ini “impor” langsung dari negara-negara dengan kultur pendidikan yang mumpuni. Alias dosen-dosen yang mengajar adalah mereka yang juga mengajar di kampus prestisius di UK, Jerman dan AS.
Selain eropa memiliki standard “Bologna System”, juga keberadaan pengajar-pengajar ini mampu menghadirkan gaya pendidikan yang “melompat” dari pendidikan “kolot” di bawah penjajahan, ke pendidikan maju dari negara maju di belahan Eropa Barat. Saat ini, perekonomian Estonia terpesat di Baltik dan mengejar ketertinggalan ekonomi dengan pesat sebagaimana teori Gerschenkron Effect.
Menurut salah satu alumi pendidikan pascasarjana di Estonia, Pola pengajaran pun menarik. Di Estonia, ternyata dosen terbang lumayan banyak, dengan plot mengajar full. Tak seperti di Indonesia yang mengajar satu semester dengan rentang sepekan sekali mengajar, di Estonia, dosen mengajar langsung dua tiga pekan dan selesai. Diganti dengan matakuliah lain.
Pola demikian membuat Estonia mampu hadirkan praktisi dan pengajar internasional. Misalnya dari pembuat kebijakan di PBB seperti UNCTAD, atau dari Uni Eropa di Brussel dan pejabat-pejabat lain. Juga peneliti dan pengajar senior di kampus Sussex, Inggris misalnya atau dari Sillicon Valley Amerika Serikat dimana salah satu kampus dan start-up di Estonia memiliki “cabang” disana. Pengajar ini dikontrak dengan eksklusif mengajar mahasiswa. Hmm, asyik ya kuliah di luar negeri terutama di Estonia.
Menariknya lagi, ternyata biaya hidup di negara yang luas wilayahnya sama dengan Belanda tapi penduduknya berbanding terbalik dalam hal jumlah ini relatif sangat murah. Kamu bisa hidup berkecukupan hanya dengan modal 400an euro perbulan all in termasuk kamar dan belanja bulanan dan sedikit travel. Karena masuk wilayah schengen dan uni eropa, kamu bisa jalan jalan hingga ke ujung barat eropa. Tak sambil mencari kitab suci ya hehe.
So, pendidikan kualitas uni eropa dengan hidup nyaman untuk belajar. Suasana sepi asri dan negara dengan kualitas udara terbaik dan internet salah satu hak asasi manusia, hmm bakalan membuat kamu betah. Apalagi, tiap tahun survey ESN menunjukkan lebih dari 90% mahasiswa asing puas studi di Estonia!
Beasiswa kuliah di Estonia pun ada jika jeli. Karena tak banyak yang tahu, persaingan pun tak begitu ketat. Untuk konsultasi dan memilih studi di Estonia, bisa kamu cek di www.studyinestonia.ee sedangkan untuk langsung apply, bisa menuju laman estonia.dreamapply.com

Pada gelaran FOSA 2016 ini, para pengisi acara talkshow juga beragam. Mulai dari pemberi beasiswa seperti LPDP, hingga kisah sukses mahasiswa Indonesia di Luar Negeri. Para mahasiswa dan alumni Luar Negeri yang hadir turut juga memberikan presentasi tip trik beasiswa dan bagaimana hidup di negeri orang.


Suasana guyub sangat kerasa di kota ini, dan dinginnya Purwokerto dibalur hujan serta suasana “puncak” Baturraden menjadi daya tarik tersendiri Festival studi ini. Apalagi, sebagian besar pengisi acara adalah mereka yang belajar di negeri orang, sangat merasa senang dapat kembali ke Indonesia dan merasakan suasana tradisional nan akrab, khas Indonesia.


Dua hari ajang festival studi atau kuliah di Luar Negeri ini, para delegasi yang berasal dari mahasiswa di banyak negara di dunia tak hanya “serius” mempromosikan studi di negara yang sedang mereka jalani. Tapi juga beragam aktivitas lain seperti ke tempat wisata, makan makanan khas purwokerto dan oleh-oleh khas purwokerto dan sekitarnya.


Tak lupa, ajang ini menjadi momen untuk saling mengakrabkan diri, untuk kemudian di masa depan menjadi jejaring yang mampu mengangkat pamor Indonesia dengan segala keahlian yang diaplikasikan kembali di negeri yang dicintai. Semua yang pernah kuliah di luar negeri


Niscaya, gelaran-gelaran festival kuliah di luar negeri yang dilakukan oleh mahasiswa seperti BEM UNSOED ini perlu banyak dilakukan. Karena kesempatan studi di luar negeri ternyata sangat besar, dengan beragam cara utamanya beasiswa. Memanfaatkan keberadaan mahasiswa Indonesia di luar negeri, dan mimpi kamu untuk kuliah di luar negeri, BEM dapat mengundang mereka untuk berbagi!
1 Comment