Mataku tertuju pada sebuah majalah yang mengangkat cover Lady Gaga disebuah tempat fotokopi yang memajang majalah tersebut. Karena fotocopy-an ini lokasinya dikampus, maka majalah tersebut distempel “harga mahasiswa”. Berdampingan dengan majalah sejenis dan majalah kampus.
Aku dari dulu ketinggalan info mengenai kontroversi Lady Gaga yang jadi gagal konser ini, jadi penasaran mengenai banyak yang bilang orang ini ditolak SEMUA agama perihal keyakinannya. Kesimpulannya, majalah ini saya beli.
Nah, Anda kecele kalau saya mau bahas Lady gaga di tulisan ini hehe.. Saya justru tertarik dengan cerita mengenai BJ Habibie di majalah tersebut. Ulasannya cukup banyak, dan wartawannya hingga tiga kali mewawancarai Pak Habibie. Mulai masalah “kegagalan” industri penerbangan di Indonesia, lepasnya Timor Leste ketika beliau jadi presiden seumur jagung, hingga berpulangnya istri yang beliau cintai, Ibu Ainun Habibie.
Mantan Menristek terlama ini ceritanya sungguh menarik. Sebagai orang dekat Soeharto, beliau dari umur 14 tahun sudah kenal Soeharto. Wajar, ketika tahun 1974 kalau tidak salah, beliau dipanggil pulang utk mengembangkan industri penerbangan di Indonesia. Praktis, kiprah Mr Crack (Julukan beliau di dunia internasional karena kehebatannya mendeteksi retakan pesawat, skill yang jarang dimiliki orang) semakin kinclong. Ternyata, Pak Habibi ini juga hampir “dibajak” Philipina untuk mengembangkan industri pesawat sehingga Indonesia “buru-buru” mengangkat dia jadi Menristek merangkap kepala BPPT.
Yang menarik, saat ini kan PT DI (Dirgantara Indonesia, dulu IPTN) mem-PHK karyawan besar-besaran, untuk kedepannya akan ditutup (NOL karyawan). Beliau sangat kecewa karena katanya indonesia sudah dekat sekali dan sangat maju. Hanya karena politik maka syaratnya adalah IPTN ditutup.. Bahkan, Lion Air yang membeli banyak pesawat baru-baru ini pun konsultasi dengan beliau. Dan pesawat sekarang, teknologinya dimiliki oleh pesawat Indonesia 10-20 tahun yang lalu katanya. Ini lah kekecewaan beliau yang besar menurut dia.
Cerita lain seputar lepasnya Timor Leste melalui referendum dikarenakan sudah konsultasi dan memang itu yang terbaik.. dan kepergiaan Ibu Ainun Habibie yang sangat membekas dimana bahkan pada saat wawancara, Pak Habibie memakai syal dari selendang Ibu Ainun. Dan beliau masih rutin tiap jumat ke makam istrinya.
Saya baru baca sih cerita ini dan baik buruknya pemimpin, selalu ada hikmah yang bisa kita ambil, dan selalu ada cerita di balik cerita.
Nah, untuk itulah saya mau baca bukunya Echa yang mau dihibahkan dengan judul ‘Dari Presiden ke Presiden’ sekedar ingin tahu cerita dibalik para pemimpin negara. Yang dikemas, sepertinya, secara Humoris.
So, give me the book cha! hehehehe..
Pak Habibie sungguh menginspirasi,,,
Horeee makasih