Setiap tahun, PPI Dunia memilih negara koordinator yang diwakili, secara natural, oleh Ketua PPI Negara bersangkutan yang terpilih.
Periode bakti Ahmad Almaududy Amri (Dudy) yang berasal dari PPI Australia di periode 2014-2015, hasil Simposium Internasional (SI) PPI Dunia Tokyo, Jepang berakhir. Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) yang dibacakannya mendapat respons positif, dan diterima dengan syarat. Adapun syaratny adalah kewajiban untuk maksimal dalam 30 hari memberikan LPJ ke semua Ketua PPI Negara yang ada.
Setelah Dewan Presidium yang akan memimpin jalannya kongres ditentukan dengan mengajukan 1 perwakilan tiap regional maka pemilihan segera di mulai. Presidium ini dipimpin oleh Kang Esa dari PPI Spanyol, dibantu wakil Mas Imam dari PPI Jepang dan Mas Yudha dari PPI Arab Saudi.
Ada dua kandidat yang diajukan pada saat SI. Yaitu Steven Guntur, Ketua PPI Rusia (Permira) dan Monica Jonan, Ketua PPI Ceko. Keduanya berasal dari Regional Amerika Eropa (Amerop). Sebelum mengerucut menjadi dua kandidat, Gregorius Rionugroho dari PPI Korea (Perpika), Benni Yusriza dari PPI Swedia dan I Dewa dari PPI Prancis juga muncul dijagokan, namun ketiganya menolak karena alasan yang dapat diterima.

Rio dikarenakan sudah menerima tampuk sebagai Koordinator Regional Asia Oceania, Dewa sebagai Koordinator Amerika Eropa dan Benni menjadi tim sukses dari Monica Jonan untuk maju. Adapun yang paling siap memang Steven. Hal ini dapat dilihat dari presentasinya yang memadai dan visi misinya yang jelas. Serta dukungan luas peserta sejak awal acara.
Selain itu program-program lanjutan dari Koordinator sebelumnya pun diakomodasi dalam visi misi beliau. Kelemahannya, ada “restu” yang tak didapat ketika sebelumnya Simposium Regional Amerop yang dilaksanakan beberapa bulan lalu sebenarnya mengamanatkan Permira memegang regional Amerop sebagai koordinator. Namun tak menyurutkan langkah Permira mengajukan diri karena kesiapan yang sudah matang dalam rangka manajemen PPI Dunia setahun ke depan. Proyeksi strategis PPI Dunia memang sudah dicakup dalam paparan Steven, sehingga ke depan, PPI Dunia menjadi organisasi yang diperhitungkan dikancah nasional bahkan internasional, terutama oleh pembuat kebijakan di negeri kita.
Namun demikian, Monica menjadi kuda hitam yang diperhitungkan, karena walau tidak siap diajukan, beliau punya modal percaya diri team-work based dan program yang lebih edukatif. Kelemahannya, kurang siapnya dan tidak adanya program spesifik yang ditawarkan. Walaupun, kapasitas wanita yang studi di Praha ini cukup kuat untuk menjalin tim yang solid ke depan.
Alhasil, berdasarkan vote, yang tadinya kemenangan mutlak di tangan Steven, masih harus deg-degan dengan dikejar oleh Monica dengan 12 negara pendukung. Sementara, 1 negara abstain. Steven sendiri meraih 18 suara dari 18 negara PPI. Dengan demikian, tuntas sudah pemilihan koordinator PPI Dunia 2015-2016. Selanjutnya, tak ada lagi persaingan, yang ada saling berjabat tangan bergandengan untuk sinergikan program demi Indonesia ke depan.

PPI Estonia sendiri sempat memberikan pertanyaan untuk kedua kandidat laksanakan pada saat menjabat. Yaitu 8 butir rekomendasi PPI Amerika Eropa (Amerop) untuk PPI Dunia yang mutlak dilaksanakan. Mengingat, butir-butir itu merupakan hasil diskusi wilayah yang juga digodok dua kandidat yang berasal dari Amerop.
Menurut PPI Estonia, dua kandidat ini potensial, dan programnya dapat disinergikan. Agak politis-strategis via Steven dan populis-pemberdayaan ala Monica bisa jadi hal yang sangat influential ke depan.
Selain itu, ada baiknya kedepan, bursa calon koordinator dan juga calon tuan rumah simposium disosialisasikan lebih dini agar setiap PPI negara dapat berembuk internal untuk memajukan calon koordinator dan calon tuan rumah, apabila ingin maju dengan persiapan matang, termasuk lobby KBRI untuk dukungan, sehingga peserta dapat dengan mudah memberikan pendapat. Bukan tak mungkin, kita tak perlu melalui proses voting namun musyawarah untuk mufakat.

Kita tunggu realisasinya, dan kita dukung kemajuan PPI Dunia untuk Indonesia terpelajar dan maju di masa mendatang.
Unggul Sagena
Mahasiswa Technology Governance – Innovation Policy & Development Economics,
Tallinn Tehnikaulikool/Tallinn University of Technology
Delegasi PPI Estonia