Siapa yang Khawatir Dolar naik? Ngga usah khawatir, karena emang sudah naik kok hehe. Lalu siapa yang senang dolar turun? Ngga usah terlalu senang, pasti dan sedang berusaha turun kok.
Siapa yang kaget tiba-tiba barang-barang mahal? Ngga usah kaget, namanya barang impor ya nilai tukarnya pake dolar. Kalau dibayar pake rupiah kan jelas harganya berubah!
Nah loh. Itu ilustrasi tentang bagaimana kita menilai harga sebuah merk alias brand. Kalau lo semua sukanya merk terkenal dan internasional ituh ya siap-siap aja bayar ekstra.Padahal, tau ngga, rata-rata merk-merk tersebut bahan baku n bahkan bahan jadinya dari Indonesia. Nyangkut ke Luar Negeri hanya “distempel” merk balik lagi ke Indonesia, kamu beli dengan harga sepuluh kali lipat!
Terus, kok UKM sih? Apa itu UKM. Usaha Kecil Menengah. Kadang orang sebut juga UMKM disini tambahin aja Mikro jadi Usaha Mikro Kecil Menengah. Bisa juga namanya KUKM tambahin Koperasi di depannya. Sama, usaha kecil smua. Kecil banget ya bro mikro hehe. Lalu, kalau kelas UKM berarti kelas rumahan dong? Jelek dong kualitasnya. Salah banget bro.
Yang dimaksud dengan KUKM adalah unit usaha dengan omzet kurang dari Rp 4 milyar per bulan. Menurut data Ditjen Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian, saat ini jumlah UMKM berada pada angka 56,5 juta unit dengan proporsi persebaran 40% di luar Jawa dan 60% di Pulau Jawa. Banyak kan? Produk-produk UKM kita ngga kalah. Buktiin sendiri lo beli, pake, deh. Dan tau ngga KUKM di Indonesia ada berapa? 99 persen dari total pengusaha!

Bagaimana Koperasi dan UKM ini bisa jadi brand yang keren?
Nah disini kamu perlu tau tentang SMESCO. SME alias Small Medium Entreprises alias Usaha Kecil Menengah (UKM). SMESCO adalah “Rumah-nya UKM”. Disini-lah UKM bisa berkembang lebih pesat. Namun selain dukungan SMESCO, UKM perlu dukungan kamu.
Sekarang, memang masih banyak kelemahan. Tantangan tersebut antara lain keterbatasan kapasitas UKM dalam akses permodalan, ketersediaan dan penguasaan teknologi informasi (TI), pasar, hingga produksi.
Serius nih bro. Sekarang saya kasih angka-angka ya. Dalam hal modal, 68,97% modal UMKM masih sangat tergantung dan berasal dari pemilik modal. Dari keseluruhan UMKM yang ada, hanya 30% sampai 40% yang telah memanfaatkan kecanggihan TIK untuk pengembangan bisnis.
Kurangnya tenaga kerja KUKM juga menjadi hambatan tersendiri. Para tenaga kerja muda ini terkesan enggan gitu untuk melanjutkan usaha KUKM karena durasi pekerjaan yang lama dan upah yang murah. Adapun transformasi KUKM menjadi e-KUKM akan membantu memperluas pasar dan efisiensi pemasaran produk. Ini nih gunanya gabung via fasilitas SMESCO.

Dari data UKM diatas yang gue sebut, ternyata rata-rata UKM itu didirikan anak muda loh. Bahasa gaul sekarang mah, start-up. Banyak banget kan usaha-usaha baru terutama berbasis internet baik usahanya sendiri maupun hanya dalam rangka pemasaran alias marketingnya. Kamu juga tentu lebih suka cari barang lewat internet nih sekarang. Lebih gampang dan mudah dibandingkan.
Maka dari itu, sewaktu gue hadir di SMESCO Netizen Vaganza alias SMESCONV beberapa waktu lalu di Gedung SMESCO, di Gatsu yang gedungnya unik n menarik itu, gue surprise sama antusias ente semua. Kita semua jadi lebih ngerasa kalau UKM itu emang “gue banget”!
Ngga hanya di event kemarin loh semaraknya. Bagi kamu yang minat terjun langsung di bisnis, SMESCO adakan banyak kegiatan. Misalnya di JCC kemarin tuh. Rugi kalau ngga datang. Buanyak banget workshop dan talkshow berbagai tips bergaul di dunia bisnis ala UKM yang anak muda banget.
Brand apa sih emangnya yang lo tau ujug-ujug gede? Kayaknya jarang bingits deh. Ada juga merintis dari awal, dengan dukungan kualitas mumpuni (iya lah, merk lokal ga diragukan lagi, cuman lo aja yang mungkin makan merk luar aja, ga tau kalau kualitas sama aja).
Biar lebih lengkap, gue paparin dulu ya suasana kebatinan #halah yang seru itu di SMESCONV. Dari luar, udah ada food truck. Berbagai kuliner yang pastinya UKM banget. Fotonya ada nih dibawah. Mulai sate padang ampe masakan jepang rasa Indonesia semua ada.
Di dalam, yang jadi bintangnya juga kita semua. Rame pisan euy. Yang ngeramein rata-rata anak sekolahan. Napa anak sekolahan? Karena lo smua yang punya dua peran. Pertama, bantu UKM dengan beli produknya –yang ga kalah keren itu. Kedua, lo semua calon pengusaha start-up nya juga kan ya.
Kagak ada modal bro, niat sih ada. Lah, kata Nabi aja semua diawali dari niat. Kata orang bijak lain, banyak jalan menuju Roma. Bahkan kata Dedy Corbuzier di Hitam Putih kemarin malam, jika ada niat sungguh-sungguh maka akan melahirkan jalan.
di SMESCO, kamu juga bisa dapatkan tambahan ilmu pengetahuan tentang warisan budaya kita. Lihat nih, tulisan-tulisan tentang batik di galeri SMESCO. Menarik dan inspiratif bukan? Memang, Smesco ini rumahku!
Dan paling penting, di acara SMESCO kemarin ntu, ada berbagai workshop yang bisa jadi inspirasi lo untuk nikmati brand lokal. Nikmati dan cari inspirasi gimana sih, kalau mau jadi pengusaha sejak dini. Gue masuk ke kelas-nya Mba Raiyani Muharamah. Wuih, inspiratif. Beliau paparkan tip trik untuk fotografi diam alias still fotography. Juga travel witing dari Agustinus Wibowo. Dua workshop yang gue ikutin. (Dua Foto ini dari Mas Dede)
Gue yakin lo juga suka, karena menjelajah Indonesia dengan segala keindahannya, ngga cukup hanya dipandang, tapi juga diabadikan, dan disebarluaskan. Yuk mari jelajah Indonesia dan kebudayaannya serta produk-produk berkualitasnya. Ikutan kata si Mbak penerima registrasi hehe..
Dengan event seperti ini, mata kita juga membuka lebih luas. Ngga hanya Indonesia itu kaya, tapi juga Indonesia itu punya banyak warisan budaya dan produk berkualitas! Liat aja di galeri SMESCO, buanyak bro produk buatan Indonesia yang keren-keren. Juga budayanya. Nih, pas acara kemaren, teman-teman kamu dari berbagai sekolah di jabodetabek perform berbagai tarian dari Papua, Aceh, Jakarta hingga tatar Sunda. Keren euy!
Nah, apa iya bro, lo jadi lemes gegara dolar naik turun?
Apa ngga lo belanjain aja duit rupiah untuk merk lokal yang ngga begitu ngaruh ke harga karena semua komponen dibuat di dalam negeri alias modalnya ga pake dolar, kan jualnya juga ngasih nilai tambah (added value) aja dan tetap dalam rupiah. Masuk akal dong bro, harganya.
Kalau produk-produk furnitur dan sekelasnya mah, lo bilang ke nyokap, bahwa produk lokal keren-keren dan berkualitas. Ajak aja bonyok ke SMESCO. Alamatnya di-marih : GEDUNG SME TOWER Main Building 5th Floor Jend Gatot Subroto Kav. 94 South Jakarta 12780 .
Jadi, kembali kayak diawal, gue berkeyakinan kalau Local Brand ya Lebih Keren. Gak usah malu lagi hari gini mau pakai merk LN yang ada juga barang lokal yang di-palsuin. Atau produk tiongkok sana yang emang murah dari sananya trus dimahalin karena merknya. Atau, dikasih merk aspal hehe.. Makan tuh merk.
Yup, kemeriahan event SMESCONV yang lalu. Pelajar dan mahasiswa tumpah ruah saksikan produk-produk UKM dan berbagai helatan lomba karya anak bangsa.
Keren-an kalau lo beli, pakai, merk lokal. Harga ngga dilebih-lebihin, untungnya juga buat pengusaha lokal UKM ini bro. Masuk kantong dalam negeri dan perekonomian pasti meningkat. Gak perlu hafalin teori ekonomi lo juga logika aja kalau semua muter di dalam negeri ya yang untung anak negeri.

So, yuk jadiin Brand lokal identitas lo. Buktiin aja kualitasnya, dan jadiin juga SMESCO Rumah lo kalau lo mau fokus jadi pengusaha sejak dini. Serap aja dulu ilmu-ilmu yang difasilitasi SMESCO. Selain pendampingan, permodalan, juga inspirasi-inspirasi bisnis ada disini. Karena SMESCO fasilitas pemerintah buat rakyat kok bro. Nih produk-produk UKM yang berkualitas itu :
Jangan ragu untuk berkomunikasi dengan lembaga yang dibuat pemerintah untuk meng-akselerasi produk UKM kita jadi lebih berkualitas dan menembus pasar internasional ini. Kalau anak-anak Indonesia pake, wah satu peer sudah selesai, tinggal main di pasar regional dan internasional. Makin keren kan? Suwer, local brand lebih keren!
























