Tahun 2011 yang lalu, tepatnya hari Senin, 11 April, tajuk berita kompas memuat judul “Training Center IP Huawei Pertama di Indonesia”. Keren. Karena Huawei sebagai perusahaan telco yang semakin menancapkan kukunya di seluruh dunia dengan berbagai teknologi canggihnya –tak hanya produsen handphone dan modem– sebagaimana awam di Indonesia (pada waktu itu, mungkin) mengetahui.
Kiprah Huawei ini tak bisa dipandang sebelah mata. Dengan tiga core business segmen-nya yaitu, Telecom networks dengan membangun jaringan dan layanan telekomunikasi, Enterprise business dengan menyediakan perlengkapan, software dan jasa kepada pelanggan perusahaan bisnis, serta Devices, dengan membuat devices komunikasi seperti router, handphone, modem dan sejenisnya. Di tahun 2010 saja, 80% top 50 perusahaan telco dunia sudah bekerjasama dengan Huawei termasuk Vodafone, Motorola, T-Mobile dst. Tahun 2011, data center dan cloud computing solutions pun menjadi andalan baru perusahaan ini.
Dengan 70% revenue dari luar China, Huawei pun mengisi jajaran eksekutifnya dengan orang-orang terbaik dari dunia, dan “less china” sehingga membuktikan tingkat multinasional korporasinya. Beberapa eksekutif misalnya dari Alcatel-Lucent, Nokia dan seterusnya “dibajak’ oleh Huawei demi mencapai ambisi perusahaan asal negeri tirai bambu ini.
Professional IT juga dapat meraih sertifikat untuk HCDA (Huawei Cerfified Datacom Associate) dimana mahasiswa dan fresh graduate serta professional IT dapat mendalami skill teknologi IP Network dari Huawei yang sudah sangat banyak digunakan oleh perusahaan kelas dunia sehingga keahlian ini sangat diperlukan. Bagi yang belum tahu tentang HCDA bisa cek juga presentasi sertifikasi ini di youtube ini :
Nah berdirinya pusat pelatihan dan sertifikasi IP Network di Indonesia ini perlu kita manfaatkan dan tahun 2011 lalu, saya melihat ada di ITB. Secara spesifik, Huawei bekerjasama dengan STEI ITB (Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB). Jadi rekan yang mau belajar, mesti ke bandung nih hehe.
Ternyata, di tahun 2012 ada pusat sertifikasi kedua yang di bentuk. Di Jakarta. Karena saya lebih dekat ke Jakarta, maka tentu ini tempat sertifikasi yang cocok. Dulu kabarnya pernah ada di UI Depok, tapi saya gak ketemu. Surprisingly, saya melihatnya bukan di UI lagi, tapi ini menarik, karena ada di kampus swasta yaitu di Sekolah Tinggi Teknologi Terpadu Nurul Fikri.
Secara positif, saya meyakini kalau STT Terpadu NF ini memang mumpuni, sehingga di acknowledge oleh Huawei untuk pusat pelatihan mereka yang kedua di Indonesia. STT NF ini juga masuk dalam list pribadi saya dalam melihat kampus-kampus Swasta baru berdiri yang patut diperhitungkan di 10 tahun terakhir ini.
Dari brosur yang ada di kampus STT di Depok, saya tak sengaja menemukan logo Huawei dan sertifikasi ini. Informasi mengenai Huawei di STT NF memang tak banyak, dan ternyata sudah dirintis sejak sebelum STT, alias masih sebagai program profesional setara D1 dan D2 dengan nama LP3T NF waktu itu. Hmm, saya lebih salut, karena dengan demikian, kiprah NF sebagai lembaga pelatihan IT yang menjadi pertimbangan perusahaan kelas dunia ini.
Dari websitenya, di “NF Computer” ini ada pelatihan HCDA-HNTD dan HRSI (Huawei Router and Switch Implementation) jadi ada dua pelatihan dan sertifikasi yang merujuk ke kurikulum Huawei HCDA. Di ITB, pelatihan serupa khusus untuk HCDA-ATP. Dan dari info di blog resminya, ternyata benar, sejak 2012 sudah didirikan dan menjadi authorized learning partner. Mungkin karena sifatnya yang kerjasama dengan lembaga pelatihan, bukan kampus seperti ITB makanya tak banyak yang mengetahui.
Mengenai paket sertifikasi HCDA nya, hampir sama dengan ITB. Mahasiswa dapat mengambil dan bahkan di-bundling untuk menjadi kompetensi lulusan mereka. Bedanya, jika di ITB perlu ambil lagi, dan ada diskon untuk itu, di STT NF sudah termasuk paket.
Anda bisa lihat perbedaannya di ITB disini dan di STT NF (NF Computer/LP3T Nurul Fikri) disini dan disini. Silakan bandingkan saja fasilitas dan kurikulum serta info-info lainnya. Selain mengenai biaya dan sejenisnya, perlu juga perhitungkan mengenai lokasi geografis, apakah lebih dekat ke ITB di Bandung atau STT NF di Depok (pinggir Jakarta).
Jadi, bagi yang tertarik HCDA Huawei silakan memilih antara dua tempat ini mana yang lebih dekat dan paket nya seperti apa. Selamat bersertifikasi!
Sertifikasinya itu, memerlukan persyaratan2 sperti apa ya?
@widhy mungkin bisa langsung cek ke link di website masing2, apakah di ITB atau Nurul Fikri dan coba kontak customer service/marketingnya.