Flashback : Dokter kok Ngga Kaya?
Kok Ayuk* ngga langsung kaya?
Itu kataku kepada kakak perempuanku yang sudah menjadi seorang dokter. Obrolan ngga penting tapi jadi beban, bagiku sebelumnya, karena aku merantau ke Jakarta demi kuliah berkualitas dan beasiswa. Sedangkan dia, masuk kedokteran di universitas negeri terkenal di kota ku. Menghabiskan biaya bapak, dalam hatiku.
Dia senyum. Selalu begitu.
Ya aku bertanya karena aku heran, kok dia jadinya praktek di puskesmas, puskesmas terapung* pula di tepian musi. Kemudian lebih banyak waktunya mencari rejeki dari kerjaan sampingan, berjualan melalui hape.

Dokter kok ga kaya, dokter kok lusuh. Bagaimana ganti uang ayah untuk sekolahkan?
Ngapain, kan sudah kaya kalau jadi dokter?
Makin males, karena adik bungsuku pun sama. Tiba-tiba sekolah perawat. Jadi perawat. Cita-citanya sederhana, mau merawat ayah ibu.
Lowongan Tim Nusantara Sehat dan Peran Blogger, Seperti Saya.
Aku gak pernah ngerti. Sampai lulus kuliah, serta bergaul dengan teman-teman blogger sesama #SahabatJKN
Lalu, selain mendapat banyak informasi mengenai kondisi pelayanan kesehatan di negeri ini, aku bangga dengan keduanya. Dengan teman-teman di Kementerian Kesehatan dan semua medis negeri ini yang ternyata, punya keinginan lebih luas, bukan hanya mengejar setelah lulus jadi dokter buka praktek ambil uang pasien, selesai. Begitu setiap hari. Nggak.
Ini salah satu hal yang menurut saya keren, Nusantara Sehat. Program ini tanpa basa-basi langsung aja bikin rekrutmen. Tenaga kesehatan untuk daerah tertinggal perbatasan dan kepulauan. Daerah-daerah yang selama ini tertinggal dalam berbagai hal, terutama pelayanan kesehatan padahal disana banyak saudara-saudara kita yang memerlukannya.

Makanya, benar kalau fokus Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) untuk periode 2015 – 2019 adalah penguatan Pelayanan Kesehatan (Yankes) Primer. Sebab permasalahan kesehatan yang mendesak seperti angka kematian ibu dan bayi yang masih tinggi, angka gizi buruk, serta angka harapan hidup sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan primer.
Nah, Pelayanan Primer berarti ada pembenahan sarana prasarana (infrastruktur fisik dan fasilitas) serta, penting pula untuk SDM (penguatan tenaga kesehatan). Berhubung SDM lokal sebagai tenaga kesehatan di tempat tertinggal, perbatasan dan kepulauan, maka perlu banget tenaga kesehatan ditempat lain untuk disebar (dispatch) kesana karena kita, satu Indonesia!
Kerennya lagi, bukan sekedar kerelawanan paruh waktu dan di waktu luang tapi benar-benar ditempatkan selama dua tahun. Betul, kalau hanya setahun atau beberapa pekan, mungkin dampaknya tak begitu terasa pada jangka panjang. Hanya seperti buka bazar untuk pelayanan gratis seperti di kota-kota besar.
Ini nih pengumuman Rekrutmen Tim Nusantara Sehat!
Hai putra/putri Indonesia,
Bergabunglah bersama Kementerian Kesehatan untuk menjadi “ TIM NUSANTARA SEHAT”
Abdikan sebagian waktumu untuk Indonesia, dan jadilah bagian untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia terutama di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Sisihkan waktumu selama 2 tahun dan buktikan cinta tanah airmu dengan mengamalkan ilmu dan keahlian yang dimiliki bagi bangsa dan negara.
Jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan :
- Dokter,
- Dokter gigi,
- Bidan,
- Perawat,
- Tenaga Kesehatan Masyarakat,
- Tenaga Kesehatan Lingkungan,
- Ahli Tehnologi Laboratorium Medik,
- Tenaga Kefarmasian,
- Tenaga Gizi.
Persyaratannya sebagai berikut :
-
WNI,
-
Usia maksimal 35 tahun untuk dokter dan dokter gigi, 30 tahun untuk tenaga kesehatan lainnya,
-
Tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi lain pemerintah/swasta dan tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS/Calon Anggota TNI/Polri serta Anggota TNI/Polri,
-
Belum menikah, dan bersedia tidak menikah selama 6 bulan masa penugasan,
-
Sehat jasmani rohani,
-
Bebas narkoba,
-
Berkelakuan baik,
-
Wajib memiliki STR yang masih berlaku (Surat Keterangan STR yang sedang diproses tidak berlaku/tidak diterima),
-
Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan.
Nah, saya mikir.
Saya mau kontribusi nih tapi ngga sebagai tenaga kesehatan, sebagai blogger.
Seperti apa ya? Lucu-lucuannya, ini dia “Revisi pengumuman” khusus untuk blogger sebagai tim Nusantara Sehat hehe..
Hai putra/putri Indonesia,
Bergabunglah bersama Kementerian Kesehatan untuk menengok dan menyapa teman-teman “ TIM NUSANTARA SEHAT”
Abdikan sebagian waktumu selama tiga hari untuk Indonesia, dan jadilah bagian untuk peningkatan pelayanan kesehatan di Indonesia di Pulau Belakangpadang, Batam
Sisihkan waktumu sepenuhnya dan buktikan cinta tanah airmu dengan mengamalkan ilmu dan keahlian yang dimiliki bagi bangsa dan negara melalui berbagai tulisan dan publikasi kegiatan
Jenis tenaga kesehatan yang dibutuhkan :
- Dokter,
- Dokter gigi,
- Bidan,
- Perawat,
- Tenaga Kesehatan Masyarakat,
- Tenaga Kesehatan Lingkungan,
- Ahli Tehnologi Laboratorium Medik,
- Tenaga Kefarmasian,
- Tenaga Gizi,
- Blogger.
Persyaratan untuk tenaga nomer 10 sebagai berikut :
-
WNI,
-
Usia bebas, tidak menentukan prestasi, kadang usia tak sebanding dengan tampang soalnya, banyak kok yang kayak saya rada imut kayak 19 tahun,
-
Tidak sedang terikat perjanjian/kontrak kerja dengan instansi yang ngga mau ngasih ijin tiga hari untuk cuti dan tidak berkedudukan sebagai CPNS/PNS Kemenkes RI
-
Belum menikah dan Menikah tidak masalah asal ngga minta ikut, dan bersedia tidak menikah selama 3 hari masa penugasan,
-
Sehat jasmani rohani, terutama jari untuk ngeblog dan apdet status,
-
Bebas narkoba,
-
Berkelakuan baik,
-
Wajib memiliki BLOG yang masih berlaku (ngaku blogger tapi ngga ada update blog dan sosmed isinya nyinyir tidak berlaku/tidak diterima),
-
Bersedia ditempatkan dimana saja sesuai kebutuhan Kementerian Kesehatan. (Demi kabarkan aktivitas saudara-saudara kita, kapan aja dimana saja ngga masalah!)
Jelas kan? hehe.. minat?
Nah, kalau sudah kira-kira masuk kriteria, kamu bisa berandai-andai Jika Aku Menjadi Tim Nusantara Sehat. Hmm.. apa yang berbeda, apa yang kamu akan lakukan?
Pertama, jelas, bagi saya, akan menjunjung sembilan kriteria diatas hehe. Loh, wajib kan? Kalau kata orang HRD, iya, kamu bisa belajar tips trik wawancara, tapi kamu harus lolos seleksi administrasi sehingga seleksi ini jangan juga diremehkan!
Kedua, menyapa. Sesuai dengan tema jalan-jalannya Media termasuk blogger yang diundang Kemenkes, kita menyapa sahabat-sahabat kita dari Nusantara Sehat, memberi dukungan moril dan motivasi, agar mereka merasa banyak loh yang mengapresiasi kerja mereka.
Mereka memang bekerja dalam senyap, tapi bukan berarti kita luput memberitakan. Mereka memang tak pamrih dan tak butuh publikasi, tapi itu tugas mereka. Tugas kita ya publikasi. Karena masyarakat harus tahu pahlawan-pahlawan muda ini!
Ketiga, Publikasi. Media dan Blogger yang datang seyogyanya tak menunda mengabarkan pada dunia bahwa ini-lah kami, saling bergandeng tangan saling bantu sesama anak bangsa. Kami yang ber-Bhineka Tunggal Ika.
Keempat, menjunjung tinggi etika, budaya, dan adat istiadat yang berlaku. Ngga hanya soal adat lokal, yang perlu dijunjung ketika berkunjung, tapi juga beragam hal yang menjadi kode etik para sahabat kita tenaga kesehatan. Misal, paling tidak, jangan ngerecokin! kita bertugas untuk menyapa mereka dan menengok mereka, namun bukan untuk merepotkan mereka. Hal-hal yang tidak boleh dilakukan ya jangan dilakukan. Bertindak tidak sopan, sombong, kepada masyarakat maupun kepada tenaga kesehatan yang sedang bekerja menangani pasien yang pada saat bersamaan sedang kita kunjungi.
Kelima, mengapresiasi dan berterimakasi kepada pengundang dan penggagas Nusantara Sehat, yaitu Kementerian Kesehatan RI. Berterimakasih merupakan salah satu budaya Indonesia, mengapresiasi merupakan budaya meritokrasi yang lazim berlaku di dunia modern dan maju. Caranya, dengan lisan, senyuman dan gesture tubuh yang baik. Lalu, dengan tulisan. Kembali lagi, menulis! karena itulah yang membuat kita dapat menyapa sahabat tim kesehatan ini di lapangan.
Jadi, mudah-mudahan dari 10 blogger yang diumumkan dapat mengikuti tim Nusantara Sehat, saya termasuk diantaranya!
—–
Note
Ayuk : kakak perempuan
Puskesmas terapung : merupakan program milik pemkot palembang yang dulu beroperasional sejak 2004 ketika kebutuhan masyarakat yang ada di pesisir sungai musi yang sulit mendapatkan layanan kesehatan sehingga layanan boat yang bisa keliling ini membantu sekali. Saat ini sudah berhenti beroperasional karena masyarakat sudah mendapatkan akses Puskesmas di darat yang sudah mulai banyak, sehingga dengan menurunnya pasien dan agar efisien maka program ini dihentikan pada tahun 2014.
Disclaimer : Judul artikel ini bukan Hoax, emang bener lowongannya seperti tertulis dan info lengkap disini, hanya memang rada SEO dikit hehe..
Ikut Mas…
biar bukan dokter, gak apa kan tukang foto dan jalan aja? 🙂
Hehe.. sesuai dgn keahlian masing masih toh ^^ smoga bs ikut ya mba
Wah lengkap bgt mas
masa? hehehe.. malu ah. lengkap lowongannya kali hehe mungkin tulisan ini ga termasuk yang menarik kalau menurut saya, soalnya pasti yang lain tulisannya keren-keren.
tapi mudah2an, kalau rejeki ngga kemana 🙂
kapan nulis mel? ditunggu yaa tulisannya!