Kakek Penjaga Pintu Botani Square Bogor

https://www.unggulcenter.org/kakek-penjaga-pintu-botani-square-bogor/

Bagi yang sering keluar masuk mall Botani Square, Bogor dari pintu utama lobby di depan Damri dan jalan utama Tugu Kujang, tentu tahu yang saya maksud. Seorang bapak tua, kakek yang berdiri di depan pintu keluar mal. Beliau menarik gagang pintu kaca dan membukanya, sebelum pengunjung sempat mendorong untuk keluar. Biasanya, selama sabtu-minggu beliau pasti tak pernah absen, sedangkan hari biasa, pun rutin dijalankan “pekerjaan” ini.

Kakek menanti pengunjung yang akan keluar ke Lobby utama Botani Square
Kakek menanti pengunjung yang akan keluar ke Lobby utama Botani Square

Sebenarnya, pengunjung tak memerlukan bantuan itu kan. Namun, inisiatif si kakek ini diganjar dengan beberapa pengunjung memberikan uang kepada beliau. Saya membayangkan, dari ratusan bahkan ribuan orang yang keluar via pintu ini, berapa ratus ribu beliau dapatkan dalam satu hari untuk menyambung hidup. Bisa jadi lebih dari gaji fresh graduate di perusahaan dalam sebulannya. Alhamdulillah, itu rejeki beliau. Mungkin suatu waktu saya sempat wawancara beliau di waktu dia nggak sedang “bertugas”. Tentu cerita ini akan lebih inspiratif dan menarik, apa sih yang dia lakukan dengan uangnya, dan berapa pendapatannya. Jangan-jangan, harus ‘setor’ ke orang tertentu juga?

Pengunjung yang akan keluar dibukakan pintu oleh Kakek
Pengunjung yang akan keluar dibukakan pintu oleh Kakek

Pihak satpam dan pengelola sendiri mungkin entah cuek atau memang membiarkan. Ini fenomenan unik, karena saya belum ketemu ada seperti ini, membukakan pintu dan mendapat sumbangan dari pengunjung. Bisa jadi, hasilnya akan berbeda jika yang membukakan pintu kaca ini anak muda bukan seorang tua renta. Sudah pasti diusir. Jadi, dalam tanda kutip, kakek ini beruntung, dan juga kreatif mungkin ya. Karena seperti dilihat di gambar di atas, secara rutinitas dan lalu-lalang, tentu keberadaan beliau sebenarnya ‘mengganggu’ dan seakan jadi melegalkan permintaan sumbangan di Mal.

Apa bedanya nanti, kalau misalnya ada seorang ibu atau remaja yang meminta sumbangan panti asuhan atau yayasan dengan kotak amalnya? Apa dengan kondisi beliau ini sudah tua, dengan demikian menjadi alasan untuk membiarkan aktivitas tersebut? Apa tidak jadinya, diskriminatif terhadap peminta-minta lain? yang tentu saja dilarang beroperasi di Mal dan diusir satpam sudah pastinya? Apalagi, pintu ini langsung menuju ke Convention Center yang notabene merupakan venue internasional.

Bagaimana menurut Anda? Apakah kurang layak kegiatan demikian dilakukan di Mal ini? Atau, tak masalah? Toh selama semua orang ikhlas untuk memberi. Dan kalau memang tak punya uang, berucap saja terimakasih sudah dibukakan pintu. Sebenarnya, bukankah membuka pintu itu biasanya tugas dari karyawan juga? atau, biarkan saja, karena kita juga tak tahu sampai kapan dia diijinkan utk melakukan itu dst. dst. Saya sendiri terus terang hampir tak pernah keluar di pintu tersebut karena biasanya pintu itu untuk kendaraan roda empat yang menjemput, karena itu lobby utama. Sedangkan laskar roda dua seperti saya selalu lewat belakang dan dibawah.

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.