Dalam beberapa pekan bahkan bulan ini, UC benar-benar merasa menjadi blogger “ASEAN” walaupun hanya sebatas memasang widget dan sempat ikut di acara ASEAN Blogger Conference di Nusa Dua, Bali, akhir tahun 2011 lalu hehe..
Ini gara-garanya beberapa hal. Yang intinya adalah interaksi dengan orang-orang “internasional dan tentunya di “Asia”. Hal itu dipicu oleh dua kejadian penting yang Insya Allah, menjadi bagian tak terlupakan dan pengalaman pembelajaran bagi saya, dalam berinteraksi dan ya, menjadikan saya semakin menyadari salah satu passion saya yang terpendam, going abroad dan punya teman di Luar Negeri menjadi terbuka kembali.
Kejadian pertama adalah datangnya Relawan IT Korea (Republik/Korsel) yaitu Korean IT Volunteer (KIV) ke Indonesia, dan sebagai Leader dari Relawan TIK Jakarta Raya (Jabodetabek) sekaligus tim Relawan TIK Go to School (REGOS) saya dan beberapa teman menjadi tim lokal yang ikut menjadi tim pengajar di sekolah, sebagai penerjemah dan sekaligus parallel team dari tim KIV yang juga dikhususkan mengajar di berbagai sekolah di sekitar Bogor. Di bogor ada satu tim yaitu tim “Enjoy IT” yang terdiri dari empat orang. Jumlah yang sama dengan personel REGOS yang intens mendampingi.
Kejadian kedua adalah diterimanya proposal thesis dan aplikasi saya untuk kuliah Master di teknologi pemerintahan (technology governance) di Tallinn University of Technology (Tallinna Tehnikaulikool), Estonia. Alhamdulillah mendapat beasiswa. Negeri tujuan saya yang latar belakangnya, saya akan tulis di cerita yang berbeda, sekaligus mungkin kehidupan sehari-hari di Estonia pastinya akan saya tulis di blog ini juga.
Kedua kejadian ini menjadikan saya berinteraksi, komunikasi dan yang utama, Berteman dengan orang-orang baru dalam hidup saya. Empat orang Relawan IT Korea yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik serta baik-baik dan lucu tingkah lakunya hehe.. juga dengan calon roomate saya dari negeri Cambodia dan seorang teman baru asal Pakistan yang tinggal di 418B dan Insya Allah, ternyata disamping kamar saya, 418A karena kita dalam 1 “box” 418 hehe..
Semua dikoneksikan dengan sebuah tools yaitu Facebook. Loh? Iya, sebab komunikasi saya dan teman-teman ini lebih banyak via facebook hehe.. jadi, facebook sangat berguna loh asal kita tepat mengaplikasikannya. Sekaligus ngetes kalimat-kalimat berbahasa inggris. Selain itu, jika ngobrol, ya dengan bahasa inggris pas-pasan, kita bisa saling mengerti dan saling improve. Sangat berkesan.
Omong-omong masalah menulis, jaman saya sekolah dulu, saya juga punya sahabat pena, dari Italia dan Hong Kong. Walaupun saat ini sepertinya dua teman saya itu tak ada di Facebook hehe.. terakhir kirim-kiriman Surat tahun 1998 loh.. pas reformasi. Nah, sahabat pena ini juga menarik, dulu saya join via International Youth Service (IYS) di Turku, Finland. Dulu saya ngga tau dimana Finlandia itu. Disitulah saya suka buka-buka peta dunia dan lama kelamaan saya suka membaca peta-peta dan melihat negara-negara.. hmm.. ini ternyata passion saya juga 🙂
Jaman sahabat pena, kirim duit via transfer dulu ke rekening IYS dan kemudian dikirim dua alamat untuk dikirimin surat hehe.. teman saya namanya “Annarita Saldamarco”, tinggal di Loreto, Italia. Dia dulu suka desain dan mungkin saat ini sudah jadi desainer hmm…. yang berikutnya, Lam Suk Wai namanya. Asal Hong Kong. Dia mungkin menganggap saya bohong waktu saya bilang Indonesia terdiri dari beberapa ribu pulau hehe.. abis itu ngga pernah lagi dia balas 😀
Lalu, teman dari Korea siapa yaaa.. nah, ada Bang Ilsoo, Kim Youhyun yang mahasiswa Global Media, serta Kim YeonJi, mahasiswi ilmu komputer. Ketiganya dari Soong Sil University (kalau ga salah hehe). Yang keempat, Ahn SoLa, mahasiswi bahasa Vietnam dari Hankuk University.
Kalau Estonia? Saya akan sekamar dengan Rattanak Te, asal Cambodia. Lum ketemu sih, baru via Facebook. Dia udah dapat gelar MBA dari University of Technology Beijing klo ga salah. Gak tau kenapa ambil lagi Master hehe.. Lalu kenal dengan Muhammad Makkey Bhutta, dosen dari Pakistan. Kamarnya pasti Next door :atau Front Door (apa seeh)..
Oya, di Konferensi Blogger ASEAN di Bali, saya sekamar dengan dosen muda tentang Finance asal Laos, yaitu Sounay Phottisane. Punya bisnis juga dan technology savvy. Sampai sekarang masih sering kontak.
Nah, senang sekali rasanya, bahwa di ASEAN saja kita ngga hidup sendirian, dan berbagi serta saling cultural exchange sangat menyenangkan loh.. membayangkannya saja saya senang. Semoga di hari-hari ke depan, saya, dan keluarga (karena istri juga punya keinginan yang sama) bisa punya banyak teman di luar negeri. Amin.. karena istri juga Insya Allah tahun depan bisa ke Belanda untuk sekolah, sama kayak saya. Mudah-mudahan bisa “sowan” ke Estonia.
Yuk, sebagai blogger, kita bersahabat dengan banyak orang, lintas batas, lintas benua dan melihat hal-hal baru. Juga punya kontak yang bisa dihubungi jika diperlukan dan senang hati membantu. Jangan minder tentang bahasa. Saya aja bahasa Tarzan hehe.. nekat aja kuliah ke LN dengan Toefl pas-pasan.. Saya pernah membaca, bahkan Rhenald Kasali, pakar marketing dari UI yang kuliah di Amerika pun, dulu bahasa inggrisnya ancur-ancuran pada saat awal kuliah. Prof Yohanes Surya pasti tau kan? Yang membawa anak-anak Indonesia jadi juara-juara dunia di bidang Fisika, ketika masuk Kul di AS, TOEFL nya hanya 415 loh! Saya juga baru tau. Akibatnya Prof Surya mencari kampus yang ngga menyaratkan Toefl hehe.. hasilnya? Summa Cum Laude dengan IPK 4.0! So, practice makes perfect, jadi paling mungkin utk belajar bahasa asing ya ngobrol sama orang asing, kalau perlu live with them 24 hours (mudah-mudahan teman seasrama ku bahasa inggrisnya jago, kalau ngga, sama-sama gagap wkwkwkwk..)
Apalagi jika sudah menjadi “ASEAN Blogger” tentu kita harus lebih aktif lagi dalam berkomunikasi dengan blogger-blogger di negara-negara ASEAN dan di luar itu, misal ASEAN +3.. Dan tentu mempromosikan keindahan dan kehebatan negeri Indonesia ini..
Hey, juga merasakan suasana “baru” maupun merasakan suasana yang “feels like home”, mengikat kita seakan-akan kita semua memang, satu budaya Asia dan satu “penderitaan” misalnya. Tentu hal yang unik walaupun sama-sama banyak hamparan Sawah dan Pasar tradisional yang becek, setiap negara di ASEAN adalah negara berbeda dengan bahasa berbeda, dan kesamaan maupun perbedaan akan kita temukan, terserah mau dicari bedanya, atau samanya hehe.. intinya, kita menemukan “kehidupan berbeda” dari setiap orang yang kita temui, dan menurut “spiritual” pribadi saya, itu menarik sekali dan bisa menarik hikmah dari kehidupan orang lain..
Saya diam-diam #halah mengagumi Bradley atau Nonadita atau Suzannita misalnya, blogger yang punya kesempatan utk berkomunikasi dengan blogger negeri lain dan juga bisa menuliskan perjalanannya di blog 🙂 dan tentu banyak lagi yang sudah “internationally recognized” seperti pak Hazpohan, Mas Imanbr, Pak Hartanto dst yang tak bisa saya sebut satu persatu, hanya bisa saya berguru dari pengalaman mereka.
So, keep blogging, keep making friends all over the worlds!


boleh tau untuk pengeluaran di tallinn untuk biaya hidup sehari2 dan biaya apartment?
Halo Silvi
Untuk Biaya Hidup di Tallinn, kira-kira 400 euro per-bulan. Untuk apartemen biasanya 400 euro bisa kurang kalau berbagi kamar. 200an banyak kok.
Untuk transportasi, bagi warga or alien yang punya residence card gratis.
Untuk sehari-hari, bisa beli di minimarket yang banyak, dan banyak sekali diskon di rak tertentu. Biasany mahasiswa mencari di bagian ini nih hehe.. Saya sendiri dulu hanya habis 200 euro untuk makan minum di dorm. 🙂
Saya rasa, 600 euro cukup banget kok. Mepet-mepet 450 euro pun masih bisa.
Yuk ke Tallinn 🙂
boleh brad! sapa tau bisa nanya2 hehehe.. so far aku taunya baru 1 orang yang ada di Tallinn University hehe.. aku email ya japri
halah, ada namaku di sini. hehehe. thanks ya.
Selamat atas kesempatan beasiswanya. Aku punya temen org Indonesia yg kuliah di Tallinn University juga, cewek yg nikah sama org sana. Mau dikenalin?