Melihat tahun ini beasiswa yang ditawarkan Kemenpora untuk studi magister masih ada dan kampus kerjasama semakin banyak, saya tergelitik ingin sekedar curhat. Ya, cerita tahun-tahun lalu lah. Ini pengalaman pribadi jadi saya bertanggungjawab atas apa yang saya alami saja. Apalagi, dalam satu tahun terakhir, mendapatkan beasiswa lain menjadi pengobat nestapa saya atas beasiswa Kemenpora yang “ganjil” dan bikin “sakit hati” ini hehe..
Ceritanya, dua tahun lalu atas informasi seorang teman, yang sudah terlebih dahulu mendapat beasiswa Kemenpora untuk jurusan Kepemimpinan saya bersemangat sekali untuk ikut. Sebab, karena beasiswa ini melanjutkan magister di UI. Sedangkan saya almamater UI juga. Dan beberapa teman yang mendapat beasiswa ini adalah alumni UI, teman-teman satu angkatan saya. Waktu itu beasiswanya hanya masih untuk UI, dan prodinya Kepemimpinan (S2).
Yang lucu pada saat saya mendaftar adalah adanya perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Dulu, memang persis ada yang namanya uang pendaftara untuk tes ujian masuk S2 UI, jelas dong ya. Kalau lulus tes tertulis ya diterima di UI nya. Nah tinggal wawancara dan proses beasiswanya.
Akan tetapi, pas jaman saya, kebetulan itu menterinya Menpora baru yang juga berkumis dari Partai berkuasa. Kalau jaman teman-teman saya dulu, pak menteri berkumis berasal dari partai lain dan Alhamdulillah, banyak teman-teman saya yang dekat dengan partai nya pak menteri sebelumnya diterima #loh hehe.. Di tahun “sial” aplikasi saya, kami dihadapkan dengan keharusan membayar Rp 500rb untuk Psikotest, jadi bukan untuk ujian MASUK tertulis seperti tahun sebelumnya. Sialnya, saya beserta istri yang haqul yakin bakal tes tertulis di UI untuk masuk, langsung menyiapkan Rp 1 juta untuk berdua.
Prosesnya bagaimana? Cash. Dibayar di gedung Menpora pada saat pagi sebelum tes di mulai. Dan dengan duit yang besar itu, kami-kami hanya mendapatkan Nametag yang dibuat dari secarik kertas 🙂 Lalu, ketika masuk, segeralah tes dimulai, dengan psikolog katanya, dari UI. Dan ini kerjasama dengan UI.
Pengumuman langsung dikirim sore harinya. Dan nama saya dan istri tidak ada. Hebat. Hilang Satu Juta rupiah dalam satu hari saja! Dan teman-teman ngga ada yang berani protes. Saya sebenarnya mau komplain, karena kok psikotest yang seharusnya adalah tahap BERIKUTNYA dari tes tertulis di UI malah diawal dan langsung membuat separuh peserta gugur. Belum Tes! Dan duitnya tidak dikembalikan hehe.. paling jengkel karena tes nya pun terkesan dadakan, apa adanya, bahkan sangat tidak profesional. Mulai nametag ditulis nama pakai spidol dan tak ada kuitansi.
Wallahu’alam saya ngga mau nuduh, yang pasti saya ketiban sial, tes beasiswa Kemenpora tahun itu berbeda dari tahun sebelumnya. Selain kecurigaan beberapa teman lain (maaf kalau salah) bahwa kader-kader partai tertentu “diloloskan” tergantung dengan menteri nya hehe.. sebab banyak kandidat penerima adalah berasal dari pengurus ranting partai dan gerakan pemuda yang rahasia umum sebagai underbouw partai tertentu yang diterima. Beda menteri, beda juga bedol desa penerima beasiswanya.Itu kata seorang kawan yang tak mau disebutkan namanya, tapi juga pasrah, tak mau protes. Hehe..
Serius, bisa dicek di penerima beasiswa tersebut tiap tahunnya dan jumlah pelamar dan latar belakang ORGANISASINYA. Mengapa, karena waktu saya cek di list kandidat, dengan latar belakang dan rekomendasi dari organisasi di bidang ICT dan Pengembangan e-literasi masyarakat, saya rasa kans saya cukup tinggi dibanding organisasi pemuda partai yang banyak itu hehe.. Istri juga dari organisasi kesenian pemuda di daerah Sumsel nun jauh disana. Saya rasa kalau sampai tahap wawancara, kami akan survive. Tapi memang belum rejeki kali yaaa.. BELUM wawancara dan TES tertulis, baru psikotest saja udah kejegal wkwkwkwk.. dan ilang deh Satu Juta dalam satu hari. Sakit nggak tuh?
Eniwei, saya cuma brharap, mudah-mudahan ngga seperti itu lagi tahun ini. KPK sih saya rasa ga mau repot ngurusin kemana duit pendaftaran itu hilang karena paling-paling “hanya” Rp 10-20 juta dari semua peserta dalam satu hari hehe.. Mudah-mudah disetor yang benar, biar ngga kasus kayak Korupsi Perpustakaan UI yang menghebohkan beberapa hari lalu ini.
Jadi, bagi yang berminat mendapatkan beasiswa Kemenpora untuk S2 tahun ini, semoga berhasil 🙂 namanya aja curhat pribadi, jadi ya begitulah kenyataan yang saya hadapi, jangan dianggap serius, namanya orang “nyesek” ilang duit 1 juta dalam satu hari, ya shock aja waktu itu hehe..
Salam Pemuda dan Olahraga!