Waktu berlalu, berjalan terus. Tak bisa diputar balik..
Ketika mendengar lagu time goes on dari L’ar en Ciel (Laruku), saya teringat sering mendengarkan lagu ini via mp3 player diperjalanan pulang dari kampus di depok. Naik KRL, biasanya malam, turun di stasiun Bogor dan bergegas menuju angkot 08 biru yang menunggu di dekat Masjid Agung Bogor.. tahun-tahun itu, tahun awal-awal millenium 🙂
Mendengarkan musik Laruku membuat damai, tentram dan teringat dengan perut yang belum buncit dan tampang yang masih guanteng hehehe..
Sambil telinga dijepit earphone, bayangan langkah demi langkah, menyusuri jalanan gelap, dan ketika duduk di angkot temaram dengan orang-orang kantoran yang semuanya mengantuk, tidur, karena kelelahan bekerja sebagai komuter di Jakarta.. membuat saya tak ingin bekerja di Jakarta hehe.. hmm.. saya tidak tahu langkah ini benar atau salah, yang pasti, sepertinya Jakarta memiliki magnet tersendiri. Apalagi kalau bukan gaji yang memadai.. walau ditebus dengan subuh bertemu malam di setiap hari kecuali weekend..
Lagu ini di youtube juga dilengkapi foto-foto perjalanan hidup grup band legendaris asal jepang ini. Hmm suatu saat mungkin saya mau bikin foto-foto saya dari masa ke masa hmm.. mungkin.
Saat ini diumur yang menginjak kepala tiga, rasanya masih belum bisa membahagiakan kedua orangtua, keluarga, istri dan anak. Masih berjuang terus-terusan, masih merasa belum menemukan apa yang menjadi tumpuan untuk melanjutkan hidup (baca : perekonomian). Semua masih belum pasti.
Semoga tulisan ini menjadi perenungan di masa yang akan datang, dan di masa pada saat saya mampu menjawab, bahwa, time goes on, dan saya adalah pribadi yang sukses. Dan dibanggakan keluarga. Amin.
waah,saya juga penggemar Laruku (L’Arc en ciel), mantap….