Wisata Lumpur, Ojek dan Mangga Sidoarjo (2)

https://www.unggulcenter.org/wisata-lumpur-ojek-dan-mangga-sidoarjo-2/

Nah!

Ini bagian kedua dari tulisan lumpur, ojek dan mangga sidoarjo yang dinanti-nanti terutama oleh Cak Wigi yang nanyain terus hihi..

Oke, terakhir di bagian pertama sampai di keliling (lumpur) sidoarjo dengan motor ya?  Kami berenam akhirnya sampai di sebuah lingkungan yang asri, adem dan hangat. Rumahnya di pinggir jalan. Itulah rumah Cak Wigi. Motor kami parkir di depan. Hmm.. kami sempat mengabadikan suasana “ndeso” di depan rumah cak wigi. Enak sekali suasananya.. ada orang-orang bersepeda, jalan lengang dan suasana pedesaan itu terasa sekali, walau bisa dibilang, ini bukan desa, tapi kabupaten kok.

Jalan lengang, pesepeda lewat.. damai dan adem..
Lengang ala ndeso Sidoarjo.. keren!

Seruputan teh dan kopi yang disajikan di dalam rumah menjadi hangat sambil mengobrol sedikit. Cak wigi ganti baju, dan suguhan minuman ini nikmat sekali, teh yang manis dan hangat menyegarkan suasana pagi. Ruang tamu ini juga ada gambar garuda dan pak SBY dan pak Budiono. Kayaknya enak juga rapat diruangan ini hehe.. Disudut, ada komputer yang kata Cak wigi dipakai untuk main internet, dan ngeblog so pastinya.

Kami sebenarnya ada agenda lain ke rumah ini, bukan hanya menunggu tuan rumah ganti kostum, tapi juga mau ambil mangga! Saya baru tau sih hehe.. makanya, baru 5 menit di dalam, teman-teman, Kang Didno, Erfano, Fitri dan Mang Jazi langsung keluar dan menuju samping rumah, dimana ada pohon mangga besar dengan buah bergelantungan, ranum, dan seakan meminta dipetik. Cak wigi pun sudah punya alat untuk mengambil, jadi tak perlu naik-naik pohon. Pakai sodokan atau apa ya namanya itu bambu.

Seperti inilah aksi mang Jazi yang terekam kamera. Kalau Winnie the Pooh hobinya makan madu, nah Jazi the Pooh hobinya mangga sepertinya hihi…

Aksi Jazi the Pooh nyolok Mangga

Buah pun berjatuhan ke “pelukan” mang Jazi. Tanpa babibu teman-teman langsung ambil.. Sepertinya sudah bagi-bagi tugas, mang jazi nyodok buah, fitri dan erfano sudah siap pisau dan membelah buah yang manis dan kuning tersebut. Mana baunya wangi lagi! Nah saya pun tak mau ditinggal, langsung minta.

Tetap Narsis sambil makan mangga Sidoarjo 😛

Nyam nyam.. enak beneerrr.. tak lupa kami bawa pulang, untuk teman dblogger lain yang sudah “titip”.

Mangga kuning, ranum, manis, besar-besar, wangi.. fresh from the Pohon hihi..

Mau? mau mau! Yo wes minta ama nyang punya rumah yaa hehehe..

Setelah kenyang makan mangga, saya dan Erfano cari cuci tangan, dan ketemu keran, dari Bak besar disamping pohon mangga. Kami buka dan cuci tangan.. uups! Cak wigi langsung tereak, eh itu buat dijual! Waduh maaf ya cak hihi.. terlanjur sudah cuci tangan hehe.. kami akhirnya cuci tangan di kamar mandi, keran yang “asli”. Airnya sejuk dingin, gak keruh dan panas. Saya dan Erfano yang dari Bogor ngerasa sejuk nih air, kayak di Bogor. Tul gak?

Abis itu, Cak Wigi udah siap, kita pulang. Nah, ini juga salah, sudah terlanjur pada naik motor, ayah dan ibu cak wigi keluar di pintu belakang. Duh, lupa salim. Jadinya cuma ngucap “Bu, pak, misi, pergi dulu lagi, makasih, Asasalamu’alaikum..”  tidak sempat turun, dari atas motor saja pamitnya. Duh, gapapa kan Cak? Jadi ga enak abisnya SMP (Selesai Makan, Pulang) hehe..

Oke itu cerita mangga dari sidoarjo. Nah, masih ada cerita lagi, saya post besok yach, tentang Kereta, transportasi PP yan saya pakai dari dan menuju Surabaya (dan setelahnya dianter jemput panitia ke Sidoarjo). See you!

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

12 Comments

  1. Sebenarnya aku kepingin juga di kenalin sama calonya cak wigi…..eh ternyata ada juga fotoku lagi “ngajul” mangga….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.