Hampir setiap pagi, terutama warga jabodetabek biasa menyantap bubur ayam sebagai sarapan. Gerobak bubur ayam dimana-mana juga banyak, lengkap degan sate-sate usus, telor dan hatinya. Tentu yummy sekali. Jenisnya pun banyak, ada yang ala Sukabumi, Cianjur atau “standard”. Harganya yang murah membuat banyak orang suka. Di kompleks perumahan saya saja, biasanya ibu-ibu suka beli untuk anak balita yang didorong di sepeda-sepedaan. Biasanya hari minggu.
Kangen hal serupa saya berusaha membuat bubur ayam di kost-an di negeri utara (nordic) ini. Musim dingin yang membuat jemari tangan dan kaki membeku ini membuat saya ingin mengombinasikan bubur ayam yang ingin saya buat dengan kehangatan, yaitu Jahe. Dikombinasikan makanan pokok penduduk lokal, yaitu kentang.
Jadilah bubur ayam yang saya beri nama bubur ayam tetangga hehe.. bukan minta tetangga ya.
Caranya mudah, siapkan bahan dulu sebagai berikut :
1. Beras kira-kira secukupnya aja. Saya bikin waktu itu 2 genggam, mungkin airnya sekitar 600 mL. Kira-kira satu jari tengah (lumayan banyak ya airnya).
2. Garam untuk membumbui.
3. Kentang dua buah, potong dadu atau segitiga terserah asal jangan terlalu besar.
4. Telur satu butir utk dicampur ke dalam masakan. Boleh juga kalau punya telur puyuh silakan direbus terpisah (gak usah pakai tusuk sate hehe)
5. Bumbu di piring yaitu : Bawang goreng, Sawiran Ayam (rebus dulu). Daun sop or daun bawang or daun seledri pokoke apa adanya lah hehe.. Sosis dan Telur dadar juga boleh.
6. Jahe secukupnya dipotong-potong kecil. Bisa memanjang kayak french fries juga.
7. Bawang putih digrepek kira-kira dua siung.
8. Kecap asin or kecap manis.



Langkah pertama, cuci beras kurang lebih 3 kali dan masak dengan air rebusan kira-kira agak banyak. Kira-kira batas air 1 jari tengah dari permukaan beras di dalam panci. Masukkan juga bawang putih yang sudah hancur ke dalam panci. Lalu setelah agak mendidih, masukan Kentang yang sudah dipotong-potong dan taburkan garam secukupnya. Kira-kira dua sendok makan. Masukkan juga Jahe ke dalam panci bubur ya. Aduk-aduk merata. Tutup panci dan biarkan hingga hampir matang. Cek airnya, kalau nasi masih berbentuk padat, belum nge-blend tapi air sudah mau abis, tambahkan lagi 100 ml air dan aduk hingga tercampur sempurna.

Kedua, Setelah hampir matang, celupkan satu butir telur ayam ke tengah-tengah bubur yang sedang dimasak. Diamkan sedikit, kemudian aduk sehingga telurnya menyebar tapi tak terlalu kecil partikelnya. Aduk perlahan dan sambil cicip dulu udah masak atau belum (kalau belum, masih rasa beras) kalau sudah, dan telur juga sudah matang, segera matikan.



Sajikan di piring dengan bawang goreng, ayam, dan seledri. Bisa langsung ditaroh dipermukaan bubur yang ditaroh di dalam mangkok biar cantik. Saya waktu itu saya taroh terpisah karena dimakan oleh dua orang dan hey, kan kita sedang nggak lagi nongkrong di pinggir jalan jadi suka-suka ngambil ayam dan seterusnya hehe.. sediakan kecap. Bisa kecap asin or kecap manis sesuai selera. Cabe bubuk juga bisa ditaroh di bubur biar pedas (cabe disini mahal euy jadi pakai cabe bubuk bawa dari Indonesia).
Apalagi yaaa.. oya bisa juga dibuat ala Bubur Cianjur yang ada kuahnya. Karena bubur bikinan ku emang default-nya ga pake kuah. Kuah ini bisa dibuat dengan memanaskan minyak goreng, tumis bawang dan kunyit, pala dst terus campur air. Setelah mendidih dan ditambah garam, jadi deh. Bisa tambahkan kentang juga sih (maklum disini kentang murah banget.. kebalik ama beras hehe..)

Nah, biar gak penasaran.. bikin sendiri deh. Versi ku, bubur ayam Telur Kentang Jahe dan Garam (Tetangga) nih ada fotonya dibawah :


PS :
*Hasil bisa berbeda-beda tergantung mood 😀 Oya jika bubur belum habis, bisa dihangatkan lagi dengan menambah air. Kalau nggak, nggak enak loh bubur yang dingin hehe..
*foto-foto lengkap bisa dilihatdi Facebook (lengkap banget dan diupdate terus malah hehe..
*follow twitter sayah @unggulcenter yaa kakakkkk
wowww, nyamm nyammm, resep yg patut dicoba..
trims mas ! 🙂
Wah kayaknya enak banget tuh buburnya, jadi kepingin hehehe