Ada yang bilang, senja kala blogger sudah tiba. Banyak yang “lucu-lucuan” bilang kalau blogger sudah punah. Ajang pesta blogger yang dahulu menandakan geliat para blogger pun sudah tak ada lagi. Tapi apa iya, dengan demikian, blogging juga mati, komunitas blogger juga sudah tamat riwayatnya, dan menjadi individualis seperti blogger-blogger barat? Padahal, komunitas dan kopdar adalah salah satu karakter blogger indonesia?
Boleh dibilang, terlalu naif dan tak perlu ada yang bertepuk tangan. Dinamika komunitas blog memang unik, banyak terjadi pergantian ketua dan kepengurusan, maka pola kepemimpinan pun berbeda. Kadang terlihat dan suka disitir sebagai “blogger terpecah belah” (walau patut juga dipertanyakan, emang kapan bersatunya hehe..).
Anyway, satu fakta yang pasti, saya ingin tanya, adakah komunitas blog yang BUBAR? Setau saya belum ada. Regenerasi kepemimpinan selalu ada. Kalau ditanya masalah intensitas ngeblog, tentu balik ke pribadi masing-masing. Kalau ditanya blogger vs pusaran bisnis dan buzzer yang kadang memecah belah dan mengadu domba antara “seleb blog” atau “blogger bayaran” “blogger monetize” tentu vs yang tidak dan tidak hehe. ya itu menurut saya adu domba eh adu blogger hehe.. itu balik ke personal feeling dan sudut pandang apa yang mau dipakai. Nggak ada hitam dan putih. Yang bisa bubar itu komunitas (dan bukan hanya blogger tapi sosmed) yang tergantung platform, misal Komunitas Kompasiana, Kaskus, blog Saling Silang, Blog Detik atau bahkan Facebook ya bisa bubar kalau memang tempat mereka nge-post, nge-blog, nge-chat, ngobrol dst misalnya, ujug-ujug dibubarkan oleh “empunya” hehe.. dan itupun cuma Salsil yang bubar. Yang lain hajar terus bahkan makin meriah dan makin rame!
Seperti saya bilang diawal, dinamika perblogan sedang aktif kok. Naik turun tapi banyak kegiatan. Mulai dari berdirinya ASEAN Blogger, Blogger Reporter, Komunitas Emak-emak Blogger di tahun 2012 menandakan masih bergeliatnya blogger untuk berkomunitas dan berbagi. Dua komunitas baru yang punya spirit kurang lebih sama, yaitu aktivis berbagi khususnya untuk dunia Internet, IT dan juga sosial adalah Relawan TIK dan Akademi Berbagi. Hadirnya Relawan TIK yang merupakan ‘branding’ berbagai unsur aktivis IT dan Akademi Berbagi sebagai ajang sharing juga tambahan penting bagi nafas aktivis online ini. Sebab, sebagian besar mereka adalah para blogger. Dan pengalaman saya, SUSAH sekali kalau bukan blogger yang jadi mesin dari kegiatan-kegiatan tersebut. Rata-rata sulit menggerakkan. Tapi kalau udah anak-anak blogger, wah, cepat, langsung jalan, fun, keliatannya haha-hihi tapi ya sukses jalan loh hahaa.. jadi becanda iya, serius iya!
Kegiatan pun banyak kok. Selain Ngopi Kere dan ASEAN Blogger Festival, Muktamar Blogger dari Blogger BHI (Bunderan HI) ada Festival TIK dan banyak lagi. Yang teranyar Silaturahmi Komunitas yang diselenggarakan KEB (Kumpulan Emak-emak Blogger) dan RTIK (Relawan TIK). Jadi kita bisa tunggu kegiatan-kegiatan komunitas ini. Masih tetap ada dan tetap ramai. Tergantung kita, mau meramaikan atau tidak, dan mau berpartisipasi aktif atau tidak. Karena blogger sejatinya bersemangat komunitas, dan komunitas artinya gotong royong bersama-sama, jadi saya yakin akan ada banyak lagi hal-hal positif yang muncul di pertengahan tahun 2013 ke depan.
Terakhir, segala dinamika komunitas blogger ini bukan agar kita pesimis, tapi justru optimis, banyak hal yang bisa dikontribusikan bagi kita semua sesama komunitas, pertemanan maya dan pertemanan nyata. Semakin banyak teman semakin senang kita, karena itu adalah esensi berkomunitas dan berjejaring. Kita ramaikan, kita aktifkan.
Saya belum pernah tau ada Komunitas yang bubar, bahkan malah bertambah seperti RTIK, Blogger Reporter dan KEB. Jadi, apa salah kalau saya sangat optimis blogging tetap hidup dan komunitas blogger tetap eksis dengan memanfaatkan berbagai jejaring dan update teknologi yang ada. Kedua, bersama komunitas bukan berarti Anda harus bikin kegiatan yang wah dan show-off. Komunitas bisa adem-ayem tapi erat, kegiatan internal sahaja. Kadang ga perlu acara wah tapi ada kopdar kecil-kecilan bahkan kopdar setaun sekali ketika pergantian ketua baru hehe.. terserah saja. Anggota komunitas bersangkutan yang atur. Atau, komunitas yang gegap gempita dengan ambitious plan. Itu juga asik. Bisa menjadi “jangkar” untuk komunitas lain bersilaturahmi, reuni, narsis, saling bergembira plus dapat sponsor untuk kegembiraan itu. Seru kan? Itu berbeda-beda dan asik-asik saja semuanya. Seperti saya bilang, semua tergantung pola kepemimpinan, karakter kepengurusan dan keanggotaan dan lain sebagainya. Yang penting semua anggota nyaman dan menjadikan komunitas sebagai tempat berkumpul teman-teman blogger dengan preferensi dan “frekuensi” yang sama. tak lebih tak kurang.
Menurut Kamu?
Blogger terus hidup sepanjang umurnya jika dia memilih seperti itu, dengan atau tanpa komunitas yang mewadahinya. Komunitas blogger bisa bubar meskipun faktanya lebih cocok dibilang vakum dan mandek tak ada kegiataan tetapi blogger-bloggernya sendiri terus berproses dan bergerak. Entah itu terkait urusan ngeblog maupun bukan. 😉
Salam persahablogan,
@wkf2010
Blogger terus hidup sepanjang umurnya jika dia memilih seperti itu, dengan atau tanpa komunitas yang mewadahinya. 😉
Salam persahablogan,
@wkf2010
semuanya bertransformasi menurut saya jadi lebih mature 🙂 well kalo komunitas yah tergantung ketua dan anggotanya, semoga saja terus beregenari sehingga blogger eksis terus 🙂