Infografis Macet Kota Bogor di Instagram Membuat Bingung?

https://www.unggulcenter.org/infografis-macet-kota-bogor-membuat-bingung/

Dewasa ini, infografis menjadi media yang efektif dan efisien untuk mengkomunikasikan informasi publik kepada masyarakat. Untuk itulah, produksi infografis sangat marak oleh berbagai pihak.

Namun demikian, infografis harus memenuhi kriteria, karena sifatnya yang viral dan mudah dibagi. Namun bagi isu-isu infografis yang terkait data, maka syarat utama adalah ketersediaan sumber data. Jika tidak, “infografis” adalah “opinigrafis”.

Itu pula yang menyebabkan UC mengernyutkan dahi ketika mengetahui infografis yang disebar PEMKOT BOGOR di akun instagram resminya, merujuk (Regrann/Repost) dari akun Walikota Bima Arya Sugiarto.

Infografis yang beredar di Instagram, 22 September 2016
Infografis yang beredar di Instagram, 22 September 2016

Apa mungkin, Kang Bima sedang mengantuk ketika mengupload infografis sehingga Doktor lulusan ANU Australia ini melewatkan hal yang penting, terutama bagi intelektual, yaitu sumber data sebagai pelengkap mutlak sebuah fakta.

Memang, mungkin beliau hanya melihat soal “rencana ke depan” yang ditulis jangka pendek dan jangka menengah dan panjang. Namun kriteria validitas Infografis ini, ketika viral, tentu akan menyesatkan. Sebab, tak ada penanggung jawab pengeluar info ini.

Dari Pemkot? Dari Bima Arya? Dari lembaga apa. Sangat mungkin hanya buatan orang pribadi saja, dan celakanya, tak mengerti soal infografis selain tampilan yang memukau dengan gambar-gambar (grafis) yang memudahkan memahami informasi.

Data soal komuter yang ke Jakarta setiap hari dari Bogor, ditulis 600 orang. Ini jelas typo. Tak Mungkin hanya ada 600 orang dari Bogor Jakarta setiap hari, jika satu perjalanan rangkaian kereta saja dengan 10 gerbong kereta masing-masing membawa lebih dari 200 orang?  Sangat mustahil.

Kota Bekasi memunyai Data Statistik Komuter yang dihimpun melalui survey, misalnya pada LINK ini yang bisa diakses publik. Apakah Kota Bogor tidak punya? Dari mana muncul angka-angka pada infografis, semua HARUS JELAS.

Infografis ini repost dari akun @bimaaryasugiarto
Infografis ini repost dari akun @bimaaryasugiarto

Hal kedua, adalah Penanggung jawab infografis. Tanpa itu, infografis ini anonim. Pemkot Bogor dan Bima Arya yang memuat foto ini seharusnya sadar, kalau tanpa Logo dan identitas, Infografis ini perlu dipertanyakan validitas datanya. Apalagi memuat data statistik. Diambil dari mana?

Kecuali, mungkin, rencana jangka pendek dan menengah panjang yang ada di infografis yang “valid”. Itu pun saya tak tahu, karena tak ada logo Pemerintah Kota Bogor, BPS Kota Bogor, atau lembaga apapun, bahkan LSM apapun yang biasanya getol ber-infografis.

Memang, secara umum informasi (statistik biasanya) yang dibuat visual disebut infografis, dengan tujuan memudahkan. Namun, untuk informasi-informasi apalagi dari akun resmi harusnya memerhatikan kaidah, paling tidak, sumber statistik yang jelas. Tentu orang-orang humas lebih mengerti ini daripada saya.

Yang dilakukan Pemkot Bogor dan Bima Arya melalui akun Instagram Ini berisiko, karena dapat menyesatkan warga dan siapapun yang membaca info ini. Malah mendorong perdebatan pada komentar-komentar. Saran saya, segera tarik dari akun Instagram, revisi dengan yang baru. Sayang sekali, hal seperti ini luput dari Kota Bogor.

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.