Jual Bayi Murah. Itulah nama akun di instagram ini. @jualbayimurah ini baru saja menghebohkan jagat sosial media dengan aktivitasnya yang tanpa segan menjajakan berbagai foto bayi yang diklaim sebagai bayi yang dijual.
Bayi-bayi yang katanya di ambil di sebuah panti asuhan ini dipajang layaknya produk boneka yang diperjual belikan. Memang aneh sih, beberapa foto bayi sepertinya ngambil di Internet karena bocah yang berwajah bule dan atau seperti foto iklan bayi. Tapi entah untuk iseng atau bagaimana, tapi jelas akun ini ternyata mencuri foto dari banyak ibu yang mem-post fotonya di sosial media.
Contohnya, user path bernama SABRINA kemudian menyadari bahwa salah satu bayi yang di post Jual Bayi Murah di Instagram tersebut adalah buah hatinya. Kemungkinan besar, bayi-bayi lain juga hasil ambil foto secara acak di sosial media dan internet pada umumnya.
Awalnya, ada dua dugaan “sumber bayi” ini, yaitu pemilik akun memfoto berbagai bayi dan apabila ada yang minat, dia akan menculiknya, entah dari rumah siapa, panti asuhan mana atau rumah sakit apa. Dan nama Panti Asuhan yang dipost pun perlu diverifikasi apakah benar ada dan apakah ada hubungan dengan pemilik akun tersebut.
Namun demikian, komentar dan share user bernama “Sabrina” ini memberikan fakta baru mengenai “iseng” mengambil foto di internet.
Jadi, Ada dua hal yang perlu kita lakukan dalam hal ini.
Pertama, berhati-hati mem-posting foto bayi Anda. Kelakuan user seperti pemilik akun Jual Bayi Murah ini banyak macamnya. Tak hanya bayi, mungkin foto Anda yang sedang berpose seksi atau sedang manyun selfie dapat mereka ambil dan jadikan barang “dagangan”. Pun kalau tidak, menjadi koleksi pribadi para “psycho” di luar sana. Berhati-hatilah.
Kedua, dalam kasus ini, tindakan cepat perlu dilakukan. Saya yakin sudah ada gerakan untuk menutup akun ini, baik dari aktivis sosial media, aktivis perlindungan anak maupun langsung dari netizen lain terutama “ibu korban”.
Semoga akun ini segera ditutup dan pembuat akun ini jera. Entah seperti apa agar jera, jerat UU dan sejenisnya silakan yang berwenang menegakkannya.
Mari lindungi privasi kita di Internet dan sosial media. Berhati-hati berkelana dan tinggalkan jejak di rimba internet!

