Pada awalnya saya juga ngga percaya. Sebab, Whatsapp (WA) saya ngga ada. Ternyata setelah bertanya dengan teman, mereka melihatnya ketika menggunakan WA via Web (Desktop) dan WA yang sudah di-upgrade. So, ini kampanye baru LGBT.
Sekarang, Anda lihat sendiri emoticon berikut ini.

Hmm.. rada aneh kan? Terutama emoticon yang ada Love antara perempuan dengan perempuan, yaitu gambar manusia dengan rambut panjang sebahu. Kalau emoticon lelaki biasanya memang beda.
Lalu, ada emotican yang menggambarkan keluarga. Ada Pria dengan Pria (berbaju biru) dan menghasilkan anak-anak lelaki. Begitupun sebaliknya, wanita dengan wanita dengan muka berbahagia, dan anak-anak dari mereka.
Tentu bisa saja, itu tante-tante dan ponakan mungkin ya? Tapi apa iya, maksud gambar tersebut adalah itu?
Seorang teman memajang emoticon dengan cemas di sebuah grup WA seperti ini, yang lengkap yang dia temukan sendiri. Bukan hasil forward.

Jangan terlalu terpaku lihat kalimat awal dan akhir, karena itu sepenuhnya pendapat si pemilik akun WA yang posting. Tapi lihat saja gambar-gambar emoticon tersebut. Baju warna biru memang menggambarkan lelaki, berambut pendek. Sudah lazim di WA. Juga perempuan baju Pink.
Kabarnya, gambar demikian juga ada di BBM (Blackberry Messenger). Karena saya ngga pakai BBM, saya nggak bisa buktikan. Bagaimana menurut Anda?

Nah, kalau Anda kebetulan sama kayak saya, tidak memiliki “stok” emoticon “humanis” dengan tampilan yang mengarah kepada LGBT (Lesbian Gay Biseks Transgender) seperti foto yang saya capture dari WA saya dibawah ini, coba deh, dengan menggunakan WA di Desktop atau Upgrade WA Anda. Hoax atau bukan, Anda yang tentukan.

ini tampilan WA saya. Tidak ada tuh yang mengarah ke LGBT. Soal gambar orang gandengan, sepertinya itu maknanya Friendship karena gambarnya sih harusnya itu anak-anak, karena kuncir perempuan dan celana pendek. Lagi pula, fitur perempuan dewasa biasanya tergambar seperti emoticon perempuan berbaju pink di bawahnya yang berambut pendek berbahu.
Lalu, urusan ini bermasalah atau tidak, pro atau kontra, saya tak mau men-judge. Penggunaan kata “disusupi” pada url tulisan ini hanya menegaskan adanya ketidak tahuan dari pengguna. Saya hanya menyampaikan informasi.
kalau emoticon di bbm masih aman, keren dia emotikonnya cuma karakter kepala, tapi kalau wa emang udah ada jadi agak ngeri juga kalau sampe salah pencet pas ngechat 😀
ember.. tar dikirain wkwkwk