Dua Bocah Berbeda Karakter
Kata orang, dua anak perempuan, yang pertama dan yang kedua biasanya punya sikap dan sifat yang berlainan. Tentu dalam hal yang positif ya. Itu pula yang saya rasakan dengan Jessica, 7 tahun yang sudah masuk Sekolah Dasar dan Jihan, hampir satu tahun. Walau jarak keduanya jauh, sifatnya pun lucu, aga berbeda.
Jessica, orangnya pemalu dengan orang asing. Biasanya menjaga jarak dan mengenal nya lama. Bahkan, kalau mau ngomong ke orang tuanya, saya dan bundanya, kalau ada orang lain, dia berbisik. Beda sama Jihan. Baru ketemu orang langsung ketawa-ketawa dan minta digendong. Satunya kalem, satunya ramai.
Pun urusan makan. Jessica agak picky. Pemilih. Makan ini itu harus dibujuk. Jihan? Bayi ini bahkan suka ngamuk kalau piring kakaknya yang diincer langsung disembunyikan. Lah kakaknya makannya lelet bisa sampe satu jam nasi ngga abis-abis. Jihan, dalam setengah jam sudah lima roti bayi yang dilahap, itupun tambah susu dan kalau ada yang lagi makan, pasti diminta!
Namun ada hal yang membuat mereka bisa dikumpulkan. Kalau ada mainan. Bapaknya pun ngga habis akal, cari mainan yang bisa dimainkan berdua. Untuk anak yang sedang tahap brain development pengembangan otak dan daya pikir, tentu harus jeli juga, cari mainan yang “Edukatif”. Entah ide darimana, saya ingetnya sih permainan papan yang bisa berkolaborasi. Jadi bapak atau bundanya bisa nimbrung dan mengajarkan juga. Tadinya, monopoli. Namun dengan duit kertas dan dadu serta rumah-rumahan kecil, sangat rentan ditelan Jihan.
Kreasi Karambol
Akhirnya saya ketemu cara baru. Permainan papan yang lumayan kuat. Pilihan saya jatuh pada karambol. Permainan papan ini dengan meja yang berbentuk persegi empat dan bidaknya adalah koin pipih yang banyak. Ngga peduli bagaimana mainnya, yang penting jualan koinnya ada di toko didepan komplek. Ngga begitu kecil, jadi tidak khawatir tertelan.
Tahap pertama, tentu mencari bahan. Papan saya cari dari penjual kusen pintu jendela di tempat pengrajinnya langsung. Alhamdulillah, kalau disebutkan karambol, mereka mengerti dan bisa mencarikan ukuran yang pas. Soal ukuran, termasuk spesifikasi papan yang bagus, saya browsing aja di internet sebentar. Cari juga di Youtube. Tipsnya biar ngga salah, cari tau ya yang lengkap dulu via internet.
Oke, bahan sudah ada semua, beli spidol untuk menuliskan ornamen di tengah papan utama yaitu triplek licin. Cari contoh di internet Selain papan, triplek, juga saya tambahkan busa gabus dipinggirannya yang sudah ditempel dengan perekat 3M untuk memantulkan bidak karambol. Papan yang sudah oke, juga dicat pelitur sehingga menjadi licin dan tidak kasar.
Tahap Kedua merakit. Tak dinyana, proses ini juga disukai Jessica. Dia juga mau bantu memasang ini dan itu. Wah, berbakat mekanik juga ni anak. Dengan khas nya anak-anak, dia juga bertanya ini itu. Jadi, sekalian saya jelasin aja soal bermain karambol ini.
Tips untuk soal merakit, anak boleh melihat. Asal jangan ikut terlalu dekat. Kalau anak cowok, pengenalan soal merakit, memutar baut walau hanya melihat, dapat menjadi pengetahuan yang berharga. Lain waktu, bisa dibelikan mainan yang membutuhkan perakitan seperti lego, atau mobil Tamiya Mini 4WD. Untuk perempuan seperti Jesica, biar tau aja. Agar nanti mandiri.
Setelah selesai, wah senangnya. Tahap ketiga, bermain bersama dan memberikan rangsangan untuk kreasi anak. Di rumah, papan ini memang ukurannya tak begitu besar, tapi pas untuk empat orang di empat sisi meja papan. Mana ada anak tetangga yang ikut main, jadi seru. Bidak sudah saya beli dua pack dari toko. Pelicinnya berupa sejenis sagu pun ada. Namun karena khawatir Jihan ikutan, dan tentu bayi yang suka memasukkan jari ke mulut, maka tidak kita pakai dulu.
Tipsnya, berhati-hati dengan komponen. Sagu, atau pelicin pun, kalau memang papan sudah licin, bisa disimpan saja. Bisa saja papan dilicinkan lagi dengan pelitur. Itu saya lakukan sebelum papan dimainkan. Dicat pakai spidol, dipelitur, keringkan.


Karambol bermainnya mudah, mengasah motorik dengan melakukan lemparan mendatar ke tengah papan demi menembak bidak yang berwarna sama untuk masuk ke dalam kantong-kantong di empat sudut meja karambol.
Selain itu, karena sifatnya yang memantul, akan ada strategi dan ketepatan fokus untuk memantulkan sehingga bidak yang diincer bisa masuk, dengan bidak yang kita dorong memantul dari sisi-sisi meja papan karambol.


Jadi, saya lumayan puas dengan permainan ini. Tipsnya, biarkan anak eksplorasi aturan seperti apa yang bisa dimainkan. Yup, asyik mendapatkan “ilmu” baru dan mengeksplorasi semua kemungkinan, Jessica senang banget dengan mainan kreatif ini. Bunyi cetar-cetar, tentu menarik perhatian Jihan. Muncullah dia nimbrung. Dan menjadi rusuh hehe. Iya, karena ni bayi maunya duduk ditengah-tengah meja karambol!
Awalnya mengganggu, namun menjadi semakin menarik, karena adanya “rintangan” di tengah papan, Jessica dan bapaknya bisa menerka-nerka dan bermain strategi bagaimana membuat bidak di ujung sana masuk, dengan tanpa menyentuh rintangan si Jihan di tengah. Tipsnya, harus siap konsekuensi si bayi mau ikutan hehe..
Serunya bermain karambol ini juga membuat kreasi lain. Jessica pun kadang membuat aturan sendiri. Misal, tak masalah masuk ke kantong mana, yang penting saiapa yang duluan memasukkan paling banyak. Atau, memasukkan bidak dengan warna “musuh”. Banyak kreasi yang dia buat sebagai aturan-aturan main. Kadang pula, bidak disusun memanjang dan ditembak satu-satu, atau dikumpulkan ditengah seperti bermain Bilyard.

Bermain sambil mengasah motorik (saraf, reflek dan pergerakan tangan) ini juga diimbangi dengan daya pikir yang dapat merangsang kecerdasan, dengan tujuan memasukkan semua bidak. Biasanya, lawan bapaknya, Jessica selalu menang hehe.
Bahkan, ketika Jessica pernah demam, dan adeknya pun demam, masih juga itu papan jadi penghibur bagi dua kaka adik berbeda sifat ini. Untungnya, Tempra syrup yang diminum membuat Jessica cepat pulih. Jessica kan orangnya pemilih, dan itu pun termasuk minum obat. Ngga sembarangan dia mau minum. Susah membujuknya. Tempra yang ini, tak sulit, karena Jessica kan suka Anggur banget. Jadi Tempra cocok dengan dia. Kemudian, Jessica istirahat sambil tidur. Esoknya langsung segar. Alhamdulillah.

Beberapa hari setelahnya, giliran Jihan pun panas tinggi. Namun seperti biasa, dia tetap berusaha untuk ketawa-ketawa walau hanya sekali dua kali. Langsung deh kita cari obatnya di apotek di Mal dekat rumah. Untung ngga jauh. Banyak obat turun panas tapi pilihan ngikutin Jessica aja. Dia sudah ambil ternyata, Tempra.
Tempra untuk bayi pula, pinter milihnya, karena semua label memang suka dibaca sama Jessica. Alhamdulillah, tempra drops membuat Jihan lekas pulih. Jihan saya kasih juga koyo obat demam. Setelah bangun tidur, panasnya turun, dan dia malah sudah ketawa-ketawa. Duh, dasar anak ini.


Bahkan kemudian, setelah kakanya tidur pulas, Jihan yang sebelumnya pulas setelah minum Tempra, pas bangun langsung kembali cerianya. Aktif bermain-main. Tipsnya, perlu peran orangtua agar anak ini tidak memakan bidak ya. Walau duduknya diatas papan Karambol, tangan kanan kiri Jihan sih memegang kue cookies bayi hihi..

Baiklah, itu saja pengalaman saya soal mainan kreatif untuk anak, dan juga bagaimana Tempra menjadi piihan kami ketika kedua anak ini panas. Sebelum minum pun, Jessica berharap cepat sembuh karena ingin bermain bersama lagi di papan Karambol dengan Jihan, Ayah, dan bundanya. Pas empat sisi papan karambol.
—
Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog Tempra yang diselenggarakan oleh Blogger Perempuan Network dan Taisho. Artikel ditulis berdasarkan pengalaman dan opini pribadi. Artikel ini tidak dapat menggantikan hasil konsultasi dengan tenaga kesehatan profesional.







wah masih kecil-kecil udah pada jago main karambol ya….
Keluarga keren…
haha iya insting mereka aja itu. maennya sih “maen” bukan maen karambol yang bener. Sesukanya aja tapi 😀
Waah…iya niih..
Setiap anak pasti berbeda. Namun sayang, orangtua apalagi guru tidak melihat keunikan masing-masing.
betul.. mesti berwawasan sebagai guru agar tau bagaimana mendidik berdasar karakter anak. Contonya FInlandia tuh yg katanya pendidikan terbaik
Wah iya . Permaian karambol meski sederhana memang banyak banget ya gunanya. Motorik dan sensorik juga.. mas unggul keren banget bikin karmabol sendiri.. nanti pinjam ya..
iya motorik plus sensorik
Selalu suka dengan artikel lomba atau review yg smooth kaya gini.
Keren mas. Adek ayo maen karambol sama om 🙂
makasii ooommm
Kakaknya cantik, Adenya gemessszzz. Karambol ini mainan aku dulu waktu kecil. Enggak sangka bisa buat mengasah motorik anak dan strategi. Setahu saya mainan ini dulu susah banget ekwkwk
iyaa dulu susah banget kayaknya ya. 😀 😀
Iya, aku sering dengar katanya anak pertama dan kedua berbeda banget. Ternyata benar ya. Ternyata karambol bisa dibuat sendiri ya, seru permainannya. Dulu pas jaman SD-SMP suka main permainan karambol, jadi kangen permainan masa lalu.
iya asal ketemu papan dan kayu yang bisa dicari ditempat pembuatan lemari. Produk jadi seperti ini biasanya juga sama persis, ada di toko-toko mainan.
Iya,
Wah, Mas Unggul kreatif ya bs buat mainannya sendiri huehe. Abis ini buat apa lg, Mas?
cuman bisa itu aja hehe.. niru dari toko yang jual. Tapi bahannya rada beda, buatan sendiri ini juga niru tulisan spidolnya hehe
Kereeen…!! Ayah yang kreatif. Membuat papan karambol bersama, bisa mengasah kemampuan motorik anak ya…
iya menabrakkan benda-benda di meja hehe
Main karambol, sudah lama sekali tak memainkannya. Sederhana, seru, dan membuat kita banyak bergerak. Semoga anaknya sehat selalu, bisa terus aktif bermain lagi!
with… bags nib untuk melatih motorik dan strategy. kujuga suka maen karambol dulu. seru sampe lupa waktu hehehe. selamat bercengkrama bersama dengan buah hati ya mas
Anak2 selalu gitu ya, walaupun sakit energinya gakkan pernah habis, selalu riang gembira :))
hehe iyaa!!
ya ampun mas anakmu lucu-lucu ada aja kegiatannya. Karambol udah lama banget aku gak nemui, dulu pengen beli tapi gak ada lawan jadi batal dech
yuk main karambol!
Main karambol jadi ingat masih kecil ini
Itu jihan lucu bgt, apalagi pas foto jidatnya ditempeli koyo, senyumnya lucu bgt 😍😍
Awalnya saya ngira ini tulisan tentang permainan karambol, permainan legendaris favorit anak-anak, eh ternyata ini tulisan tentang sebuah lomba.
Ya semoga saja menang lombanya 🙋😀
awalnya niatnya memang itu mas hehe.. Ngga salah.
tapi dipertengahan sekalian aja untuk lomba. Ngga berharap menang sih, krn mepet dan ngga pede juga sama emak2 yang ikutan hehe..
aku gemezzzz ngeliat anak2nya mas Unggulll..
Btw, anak2ku juga pake Tempra mas, selalu ada stok di rumah.
iya, aku taruh diatas kulkas sekarang, namanya anak-anak ya mainnya kadang kemana-mana trus tiba2 dicek panas tinggi pakai termometer.
Lucu banget anakmu yg cowok mas, mirip banget sama dirimu hehe
Permainan karambol tu aku jg suka pas kecil, kebetulan sebelah rumah dulu pos jaga, trus ada karambolnya hehe
haha iyaaa mirip kata orang. tapi itu dia.. itu anak CEWEK mba April 😀 😀
Sumpah, paling gak bisa main karambol…
kalau Bilyard? Bisa nih 😀 😀
karambol, maenan klasik nan asyikkkk! hihihu inget jaman kecil dulu kalo bulan puasa, ngabuburitnya maen monopoli dan karambol. Klasik!
wah iya main monopoli juga tuh. Remi ngga sekalian nih om 😀 😀
Waaahahahah inget karambol jadi inget jaman kecil pernah jadi atlit ((ATLIT)) karambol 😂😂😂
widiiih makin keren mak yul, pengalamannya memang banyak banget !
Aku lho main karambol agak bingung, ini mereka asyik2 aja ya. Kalau org tua kreatif, anak jg ketularan. Apalagi udah dibiasain sejak kecil ini
iya saya juga bingung kok Jiah cara mainnya. Nah anak-anak mah bebas sesukanya jadi menemukan cara main sendiri 😀 😀
Serunya bermain bersama. Anak2nya lucu dan tetep kompak
btw komentarku masuk enggak ya?
masuk mba ^^
permainannya kreatif banget mas Unggul. memang setiap anak berbeda-beda ya karakternya
iya, padahal sbnrnya ada aturannya, tapi namanya anak-anak biarkan aja hihi..