Soto Bening Pak Ijuh : Legendaris Tak Higienis tapi Laris Manis

https://www.unggulcenter.org/soto-legendaris-jorok-tapi-laris-manis/

Nggak percaya?

Ini cerita gerobak soto bening yang berada di dekat SD Pengadilan, pertigaan di Pasar Anyar, Bogor.  Nama Sotonya “Soto Bening Pak Ijuh”.  Itu yang tertera di tendanya. Asli ini udah puluhan tahun beroperasi didekat SD situ. Pun jaman saya baru hijrah ke Kota Bogor, tahun 1999 yang lalu, ini soto masih ramai. Jualan hanya sampai jam 12 siang abis tu ya habis.

Beda dengan Sop Buntut Ma’emun dan kawan-kawan atau Soto Santan terkenal dengan kuah dikasih Susu, yang didekat Good Year yang juga puluhan tahun. Walau yang ini tak seterkenal dua soto dan sop tersebut. Saya pernah tanya ke yang makan disana, beberapa waktu SD sudah sering makan di Soto Pak Ijuh. Dan Ibu-ibu mereka dulu, waktu ngantar mereka Sekolah di SD Pengadilan, nongkrong dan suka bawa soto tersebut pulang. Sekarang pun, ketika ada kesempatan ke Bogor, mereka mampir.

Soto Pak Ijuh ini sama legendarisnya tapi yang ini, gak tau ya mungkin karena konsumennya orang-orang yang di Pasar tradisional (terus apa hubungannya coba?) kalau menurut bini dan iya juga sih, rada-rada jorok hehehe. Dengan modelnya Pak Ijuh yang luar biasa gendut, obesitas, memotong-motong daging yang digantung didekat gerobak dengan pisau daging yang kumel, juga menyeret daging cacah tersebut dari atas tempat potong ke dalam mangkok, kemudian diberi kuah.. sedap.. walau pun bagi yang sangat mempercayai konsep “higienis” ini mah jauh dari higienis. Tapi urusan rasa memang enak. Dengan tambahan emping dan kuah kacang di atas meja untuk dicampur ke soto bening ini, wah makin lezaat.

Kalau ngga percaya, bisa dilihat nih satu foto sekilas dari hp saya :

 

Ini gerobaknya, sedang makan disamping gerobak, didalam tenda yg sama

Gimana? Sangat higienis bukan? Hehehe..  ini baru foto dari luar, gak enak saya moto-motoing meja tempat potong-potong dagingnya. Ada paru, ada jeroan, daging dst berserakan hehe.. well,, puluhan tahun jualan disana memang banyak orang yang tak kapok, bahkan ketagihan. Saya contohnya.  Nggak pernah tuh minimal sakit perut abis makan soto. Justru suegaarr.. abis tu jalan deh ngubek-ngubek Pasar Anyar or ke Stasiun Bogor hihi..

Ohya review harus lengkap dengan citarasa dan penyajian hehe.. di Soto Bening Pak Ijuh ini, daging-daging diambil dari panci besar seduhan dan ditaroh dimeja tatakan untuk dicabik-cabik. Hmm.. pasti ada bumbu rahasia nih direbusannya, karena dagingnya empuk dan hangat, kelihatan segar. Saya sendiri favoritnya Paru. Kemudian setelah dimasukkan dimangkok dengan cara digeser pakai Pisau Daging, Pak Ijuh (sekarang anaknya) menyiram dengan Kuah Soto bening yang ada di panci besar sebelahnya. Disajikan dengan semangkuk emping yang biasanya paling enak kalau diberikan kecap manis. Selain itu, kuah kacang di mangkuk di meja bisa dicampur dengan Kuah Soto bening, inilah yang menambah nikmat. Tentu, jeruk nipis pun sudah tersedia di meja makan panjang itu.

Selain Soto, sebenarnya ada jualan Pak Ijuh lain yaitu Sate Daging. Ini juga lumayan laris, dan sebenarnya menjadi asal usul mengapa di meja ada mangkok berisi kuah kacang. Kuah kacang ini disalahgunakan hehe ke dalam Soto sehingga ternyata disukai juga banyak pembeli. Saya sendiri selalu mencampur dengan kecap, kuah kacang dan jeruk nipis. Nikmaaattt….

Saat ini, Pak Ijuh sudah tak lagi ada. Saya gak nanya, apakah beliau sakit atau bahkan sudah meninggal, tapi usaha ini diteruskan anaknya. Yang Perempuan yang bodinya menyamain bapaknya. Ada adik lelakinya juga, dengan bodi tak kalah dengan bapak dan kakak perempuannya, suka bantu-bantu. Dulu si anak perempuan juga bantu2 saja. Setelah itu, jadi “tukang jagal” sesungguhnya. Masih dengan perabotan punya bapaknya, Pak Ijuh yang kayaknya juga berumur belasan tahun, termasuk Pisau daging dililit karet ban. Minus rokok tentunya. Kalau Pak Ijuh motong-motong daging sambil ngerokok sudah jadi style nya dia. Kalau yang ini sih, tidak.

Well.. dengan tenda seadanya dan selalu ditempat yang sama, siapa yang tahu sepuluh tahun lagi, mungkin Soto Bening ini masih pada tempatnya, atau sudah modern dan tak “jorok” lagi atau, tutup. Kita ga ada yang tau.  Yang kita tau adalah soto yang enak untuk dikonsumsi. Kata orang, lidah tak bisa bohong kan?

 

About the Author: unggulcenter

Pengelola UC - Review Pengalaman Produk dan Perjalanan

You might like

3 Comments

  1. semoga suatu hari sotonya tidak hanya laris tetapi juga benar-benar higienis, tapi bisa jadi dengan higienis dalam tanda kutip yang membuat sotonya jadi enak

  2. Hehe…mungkin karena tidak hiegienis ini rasanya bener2 orisil…*lain kali kalo pengen minta dibungkusin aja ah biar ga ilfil..hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.