Perkembangan psikologi pada manusia dimulai dari bayi. Sama seperti perkembangan fisik, motorik, sosial dan bahasa perkembangan psikologi juga bergantung terhadap stimulasi yang didapat oleh orang-orang di sekitarnya. Umumnya perkembangan psikologi erat hubungannya dengan emosi.

Kemampuan untuk mengelola emosi anak bergantung terhadap lingkungan di sekitarnya dan hebatnya kemampuan ini akan terus terbawa hingga dewasa. Untuk itu stimulasi serta kasih sayang yang melipah agar dia memiliki kepribadian yang baik serta pengelolaan emosi yang stabil.
Ada penelitian yang menyebutkan bahwasanya pada bayi di awal bulan kehidupannya dia hanya memiliki 3 macam emosi. Yakni bahagia, sedih dan marah. Sedangkan senyum pertamanya muncul saat saat usianya menginjak 6-10 minggu. Berdasarkan ilmu psikologi anak, senyum pertama in dinamakan senyum sosial karena umumnya timbul karena adanya interaksi sosial.
Hal ini menunjukkan bahwasanya interaksi sosial sangat berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Di masa yang akan datang, interaksi sosial juga turut mendukung keterampian si kecil. Mulai dari keterampilan sosial, keterampilan motorik halus dan kasar hingga keterampilan berbahasanya.
Pada saat bayi berumur 0-3 bulan, bayi mulai mampu merasakan emosi yang paling dasar yakni sedih dan gembira. Bergantung terhadap kebutuhan dirinya sendiri. Hal ini dikarenakan pada umur ini, bayi masih memiliki keterbatasan terhadap keterampilan kognitif dan fisik. Namun seiring waktu keterampilan pengelolaan emosi ini akan terus berlanjut menjadi sempurna dengan adanya interaksi sosial denga orang lain.
Anda bisa mengajaknya bermain outdoor ataupun bertemu banyak orang yang memiliki ekspresi beragam yang menunjukkan tingkat emosi yang berbeda. Sedangkan jika bayi berumur 3-6 bulan, bayi sudah mulai mengalami perkembangan emosi yang cukup banyak. Hal ini tidak bisa luput dari stimulais yang diberikan oleh orangtua serta orang-orang di sekitarnya.
Pada umur ini, bayi sudah mulai mampu meniru ekspresi orang lain seperti tersenyum, cemberut, ataupun ekspresi lain. Emosinya sudah mulai naik turun. Dia mulai mengenal rasa marah yang ketika memuncak, maka di umur berikutnya akan menjadi tantrum.
Selain marah dia mulai bisa menunjukkan ekspresi senang lain dengan senyum-senyum sendiri, menggerak-gerakkan tangan ataupun kakinya hingga tertawa terbahak-bahak. Bayi pada usia ini juga mulai mampu mengenali wajah orang-orang disekitarnya sehingga dia mulai pilih-pilih jika ada yang ingin menggendongnya. Bahkan yang lebih hebatnya lagi, dia memiliki orang favorit yang mampu menyenangkannya saat menggendongnya.
Perkembangan psikologi bayi yang berumur 6-12 bulan semakin kompleks. Kini dia mulai mau memainkan permainan yang dulu hanya dipegangnya saja. oleh karena itu Anda bisa mulai memberikan mainan yang tidak hanya mainan namun juga bisa mengasah kemampuan otaknya, misalnya mainan musik anak dan mainan balok.
Pada usia ini si kecil juga mulai memahami emosi orang tuanya sehingga dia akan meminta persetujuan dari Anda jika dia ingin menggunakan sesuatu. Menurut prof. Psikologi, prof. Arlene Walker-Andrewsm, Ph.D disebut sebagai social referring. Disamping itu dia juga mulai memiliki ketakutan, kecemasan, kekhawatiran jika dipisahkan dengan orang yang biasanya dengannya ataupun saat ada orang asing yang mendekat.
Si kecil juga sudah mulai bisa mengontrol emosinya sehingga Ada bisa lebih mudah untuk menenangkannya. Namun ada yang perlu diingat bahwasanya dia sudah memiliki bermacam-macam mood yang memungkinkannya dalam kondisi mood swing.
Selain itu kemampuannya untuk mengontrol keinginan dan kepentingan orang lain belum sepenuhnya diktahui, disadari dan dipelajari sehingga dia umumnya masih memiliki ego yang tinggi. Namun Anda tidak perlu khawatir karena sifat ini bisa dirubah. Berikan kasih sayang dan contoh agar mereka bisa meniru Anda untuk lebih mementingkan orang lain tanpa mengesampingkan kebutuhan diri sendiri.